Berita

Kelulusan Eliza Imelda Dinyatakan TMS, Ombudsman: Bukan Kasus Pertama

TAPTENG, FaseBerita.ID – Kasus kelulusan seleksi CPNS Eliza Imelda yang mengikuti penerimaan CPNS di Tapteng tahun 2018 lalu dan dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS), menurut Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar bukanlah yang pertamakali terjadi di Sumatera Utara.

“Ada beberapa kasus seperti itu. Ada juga seperti itu melapor dari Langkat,” ujar Abyadi kepada wartawan, Senin (11/11/2019).

Dia mengatakan, pada umumnya, kasus seperti yang dialami Eliza, jurusan pelamar tidak sesuai dengan formasi yang dibutuhkan. “Ketika di awal mengisi penginputan data, pelapor (pelamar,red) juga tidak jujur,” kata Abyadi.

Dijelaskannya, diantara pelamar CPNS tersebut ada yang lulus. Namun oleh Kemenpan, tidak menerbitkan Nomor Induk Pegawai (NIP)-nya karena jurusan pelapor tidak sesuai yang dibutuhkan.

Persoalan ini kata Abyadi, harus diakui juga dipicu kesalahan panitia penyelenggara seleksi CPNS, karena tidak ketat menyeleksi syarat administratif pelamar.

Namun Abyadi mengaku memahami kesalahan itu. Pasalnya, panitia secara kuantitas jumlahnya sedikit, padahal yang ditangani bisa mencapai puluhan ribu pelamar.

“Contoh di Langkat. Hanya 15 orang panitia menyeleksi syarat administratif pelamar dengan hampir 10 ribu pelamar. Sangat tidak logis. Itu pun menggunakan tenaga honorer,” ucapnya.

Namun Abyadi kembali menegaskan, pelamar menjadi faktor yang paling bertanggung jawab atas kesalahan tersebut. “Tapi, pelamar paling salah, mencoba mengelabui datanya saat melamar,” tuturnya.

Lebih jauh menurut Abyadi, dalam kasus seperti yang dialami Eliza, kesalahan ini tidak akan ditolerir oleh Kemenpan. Menurut dia Kemenpan tidak akan mengakomodir pelamar yang tak sesuai dengan yang disyaratkan.

“Karena sejak awal, Kemenpan sudah membuat syarat pendidikan yang dibutuhkan. Sepanjang tidak sesuai itu, Kemenpan tidak bisa menerbitkan NIP-nya,” katanya. (dh)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button