Berita

Kelompok Mahsiswa Cipayung Sibolga Demo Tuntut Pilkada Ditunda

FaseBerita.ID – Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Cipayung Kota Sibolga, terdiri dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Senin (21/9) melaksanakan aksi unjuk rasa di depan kantor KPU, DPRD dan di Bawaslu Kota Sibolga. Mereka menuntut ditundanya pelaksanaan Pilkada Kota Sibolga.

Mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Cipayung ini melakukan aksi unjuk rasa dengan membawa poster yang bertuliskan: Selamatkan Masyarakat, Tunda Pilkada Sibolga akibat penyebaran Virus Covid-19 sudah semakin menghawatirkan.

Orator aksi merupakan Ketua GMKI Sibolga Arwanto Laoli, Ketua Umum HMI Sibolga Ganda Anugerah Laoli, dan ketua Cabang GMNI Sibolga, A Gulo.

Dalam pernyataan sikapnya, Kelompok Cipayung ini menyampaikan beberapa tuntutan. Pertama, Presiden RI diminta serius menangani covid-19 dan pulihkan ekonomi. Kedua, mendesak negara untuk menunda pilkada serentak. Ketiga, mendesak Pemko Sibolga dan DPRD mendukung pemerintah pusat agar menunda pilkada.

Kemudian, menyesalkan Pemko dan DPRD Sibolga yang dinilai sudah tidak serius dalam penanganan covid-19.

Selanjutnya, meminta Pemko Sibolga dan jajaran satgas penanganan covid-19 untuk lebih tegas dalam penanganan covid-19 di tempat tempat umum dan wisata. Meminta KPU RI, secara khusus KPU Kota Sibolga menghentikan tahapan pilkada. Meminta kepada Bawaslu agar lebih serius dalam mengawasi kampanye liar dan perkumpulan yang diselenggarakan Bapaslon Walikota dan Wakil Walikota Sibolga, serta mengimbau kepada seluruh masyarakat di Indonesia, khususnya warga Sibolga untuk tetap melaksanakan dan mematuhi protokol kesehatan sesuai arahan satgas penanganan covid-19.

Saat di kantor KPU, para pengunjuk rasa diterima oleh Tirta Adi Putra Pasaribu, Kasubag Hukum KPU Sibolga dan menyampaikan bahwa aspirasi mahasiswa dari kelompok Cipayung diterimanya. “Aspirasi ini akan kita sampaikan ke KPU Sibolga,” jelasnya.

Sementara itu di DPRD Sibolga, massa diterima oleh Wakil Ketua DPRD Sibolga Jamil Zeb Tumori di pintu depan kantor DPRD Sibolga. Dirinya sangat setuju Pilkada Sibolga ditunda. “Namun untuk aspirasi adik-adik ini, akan terlebih dahulu disampaikan ke Ketua DPRD Sibolga dan seluruh DPRD Sibolga,” jelasnya.

Dirinya juga menambahkan, memang di Sibolga saat ini ada kekhawatiran bertambahnya penyebaran virus Covid-19, termasuk hasil tes swab di DPRD Sibolga, ada dua anggota DPRD dan salah seorang PNS DPRD positif Covid-19. Sehingga kantor DPRD Sibolga ini di-lockdown selama 3 hari.

“Para staf DPRD Sibolga untuk sementara bekerja dari rumah dulu. Namun semua itu, tidak akan mempengaruhi kinerja DPRD Sibolga,” terangnya. (mis)





Back to top button