Berita

Kejari Sorot 2 Kasus Korupsi DD di Labura Desa Perk Halimbe dan Bulungihit

FaseBerita.ID – Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuhanbatu menaikkan status 2 kasus dugaan korupsi Dana Desa (DD) di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) dengan total kerugian negara mencapai Rp 1,4 miliar ke tingkat penyidikan.

Ini terjadi di Desa Perkebunan Halimbe, Kecamatan Aek Natas dan Desa Bulungihit, Kecamatan Marbau yang akan segera ditetapkan tersangkanya.

Hal itu dikatakan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Labuhanbatu Kumaedi, didampingi Kasi Intelijen Syahron Hasibuan, kepada Metro Asahan, Kamis (23/7).

Kajari menuturkan, potensi kerugian negara atas dugaan korupsi di Desa Perkebunan Halimbe mencapai Rp 500 juta, sedangkan di Desa Bulungihit sebesar Rp 900 juta. “Kasus ini sudah di ekspos dan dinaikkan  tingkat statusnya ke penyidikan. Kerugian negara mencapai Rp 1,4 miliar,” jelas  Kumaedi.

Untuk penetapan para tersangka, sambung Kasi Pidsus M Husairi akan menyusul ditetapkan sejalan dengan naiknya status perkara ke tingkat penyidikan. “Belum, tetapi akan segera ditetapkan. Sabar ya,” jawab Husairi.

Kasi Intelijen, Syahron Hasibuan menambahkan, tahun ini Kejari Labuhanbatu juga menyelamatkan uang negara dari proyek pembangunan Jalan Sei Rakyat yang dikelola anggarannya di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemkab Labuhanbatu tahun anggaran 2018 sebesar Rp 1,1 miliar.

“Dari sudut pandang Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kelebihan bayar dan kerugian negara. Karena itu telah dikembalikan ke kas negara sebesar Rp 1,1 miliar,” terang Sahron. (bh/rah)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button