Berita

Kejari Padang Lawas Didemo, Desak Penanganan Kasus Bos Afirmasi

FaseBerita.ID – Kejaksaan Negeri Padang Lawas didemo puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi (Amak), Selasa (4/8). Dengan mengendarai mobil pickup dan roda dua, mahasiswa mendesak kejaksaan menuntaskan persoalan Bos Afirmasi 2019 yang sejak beberapa bulan terakhir di meja kejaksaan.

Dalam orasi mahasiswa yang dikomandoi M Isron Hasibuan dan Busroni Hasibuan ini, menyebutkan agar kejaksaan yang sudah menangani kasus ini tidak main mata. Berbulan sejak ditangani, kasus ini terkesan mandek.

“Kami berharap penegakan hukum di kejaksaan negeri padang lawas ini, tidak tumpul ke atas. Namun harus tajam ke atas dan kebawah,” tandas Isron dalam orasinya.

Kejaksaan juga didesak untuk menetapkan tersangka pada dugaan manipulasi Bos Afirmasi 2019 tersebut. Dan tidak mengendap.

“Rakyat Padang Lawas menanti, dan kami masih percaya dengan proses hukum di kejaksaan ini,” sebut Busroni diatas mobil pickup menggunakan pengeras suara.

Diketahui, berkisar tiga bulan terakhir kasus dugaan manipulasi oknum di dinas pendidikan terkait penggunaan dana Bos Afirmasi 2019, dan dibelanjakan tahun 2020 ini sudah ditangani kejaksaan negeri sibuhuan padang lawas. Ada 77 kepala sekolah penerima Bos Afirmasi tahun lalu, dan sudah dipanggil kejaksaan. Bahkan, masing-masing kepala sekolah, mengembalikan uang, yang disebut-sebut uang lebaran atau fee dari pihak ketiga yang diterima kepala sekolah penerima.

Hanya saja, sampai saat ini masih terkesan jalan ditempat. Hingga mahasiswa Amak mendesak kejaksaan.

“Kasusnya sejauh ini kita sudah melakukan investigasi, termasuk pulbaket terkait persoalan ini. Namun karena berhubung masa pandemi kemarin, cukup berpengaruh pada penyelidikan, sehingga sempat terhambat. Dan ini masih terus berjalan, kami juga apresiasi dukungan kawan-kawan mahasiswa untuk menindaklanjuti ini,” kata Kasi Intel Kejari Palas Parlindungan Sidauruk menerima pendemo diluar halaman kantor kejaksaan tersebut.

Seiring itu, perwakilan mahasiswa juga diajak ke aula kejaksaan untuk menjawab tuntutan mahasiswa. Namun terbatas.

Sebelum demo di kejaksaan, para pendemo ini mengawali orasinya di kantor dinas pendidikan kabupaten palas. Sayang, hanya disahuti kasi di dinas tersebut.

“Ya, kami akan sampaikan tuntutan ini ke pimpinan,” ujar Ageng dan Sondang, kasi di dinas pendidikan yang menerima aksi demo tersebut. (tan)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button