Berita

Kedua Pria Ini Buka Lapak Jual Ganja

FaseBerita.ID – Disela-sela bencana yang mengguncang dunia dengan adanya virus corona yang sangat mematikan, hampir semua kegiatan masyarakat diberhentikan untuk sementara dan warga disarankan untuk di rumah saja.

Namun imbauan itu tidak berlaku bagi Agung (24) warga Tomuan, Kelurahan Tomuan Kecamatan Siantar Timur. Hal itu tidak menjadi alasan untuk dirinya menjalankan bisnis haramnya. Dia pun buka lapak untuk berjualan ganja.

Usahanya itu terbongkar setelah Agung (24) dibekuk oleh Tim Satuan Narkotika Polres Pematang Siantar, Senin (30/03) sore sekira pukul 17.00 Wib.

Informasi dihimpun wartawan, Agung diamankan Polisi tepatnya di  Jalan Gunung Pusuk Buhit, Kelurahan Karo, Kecamatan Siantar Selatan.

Saat diamankan Polisi menyita satu buah plastik warna merah berisi satu ball narkotika diduga ganja seberat 1 kilogram.

Seterusnya dari dalam tas yang dipakai Agung ditemukan tiga buah bungkusan kertas nasi berisi ganja dan sebungkus kertas koran berisi ganja. Tak hanya itu, Polisi juga menyita 1 unit HP bersama 1 unit sepadamotor Suzuki FU yang digunakan tersangka.

Seterusnya saat diinterogasi Polisi, Agung mengakui jika dirinya tidak sendirian menjalankan usaha tersebut. Dia ditemani rekannya Betmen.

Sekira pukul 19.00 WIB, akhirnya Betmen berhasil diamankan Polisi dari rumahnya tepatnya di Jalan Pattimura Unjung Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur. Pada saat dilakukan penangkapan pertamakali polisi mengamankan Smartphone milik Betmen yang ia gunakan untuk berkomunikasi dengan Agung rekannya.

Saat dilakukan penggeledahan di dalam rumah Betmen, Polisi menemukan uang sebesar Rp 600 ribu. Lalu Polisi kembali mengintrogasi Betmen, dia mengakui jika dirinya masih menyimpan ganja di depan rumahnya yang ia selibkan di bawah tumpukan jerami padi. Setelah diperiksa ternyata ebnar, ada 300 gram ganja dibungkus dengan kertas nasi.

Keduanya mengaku ganja itu mereka peroleh dari seseorang di Medan.

Kasat Narkoba Polres Pematang Siantar AKP David Sinaga membenarkan penangkapan itu.

“Ia benar telah kita amankan keduanya, hingga saat ini dalam proses hukum,” ujarnya. (Mag-03)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button