Berita

Kebakaran di Samora Sidimpuan, Korban Merasa Janggal

FaseBerita.ID – Kebakaran yang melanda dua unit rumah di Jalan Sudirman, Lingkungan I, Kelurahan Wek I, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan pada Minggu (9/8) dini hari lalu, dirasa janggal oleh korbannya.

Menurut Erdi Raja, penghuni rumah bernomor 215b itu. Awalnya kejadian diketahuinya di kisaran waktu pukul 03.45 Wib. Erdi terbangun dari tidur saat api sudah mulai membubung dari kamar kosong di lantai satu pada bagian belakang rumah itu.

“Saat saya mau turun, gak bisa. Karena api sudah besar di sebelah kamar kosong itu. Saya naik lagi, melompat dari jendela loteng ke bawah,” kata Erdi, seraya menggambarkan jarak lompatannya sampai ke dasar berkisar 3 meter.

Baca sebelumnya: Rumah Terbakar, Penghuni Melompat dari Loteng

Belakangan diketahui, ia pun mengalami luka terkilir di jari kaki kiri dan pada kaki kanan mengalami bengkak dan robek.

Setelah berhasil keluar rumah itu, Erdi lantas ke bagian depan rumah mematikan meteran listrik yang saat itu lampu masih menyala, dan mendobrak pintu. Di situ, ayahnya Sabar Efendi masih tertidur dalam kamar, dan ia pun menyelamatkannya.

“Waktu dibuka itu, ayah sudah keasapan. Kebingungan begitu, itulah saya keluarkan. Jadi sebenarnya, tidak benar kalau ayah sudah ke masjid waktu itu,” terang Erdi, Rabu (12/8) kemarin.

Setelah itu, Erdi dan ayahnya meminta pertolongan kepada warga sekitar. Hingga pemadam kebakaran pun datang.

Namun satu yang dirasa janggal oleh Erdi, api itu berasal dari ruangan kosong yang dijadikan gudang penyimpanan barang-barang. Letaknya ruangan bekas itu di bagian belakang rumah, dan di dalamnya semua ada empat kamar. Dan katanya, jauh kemungkinan sebab korsleting listrik.

“Baru, surat-surat tanah dan rumah kami terbakar. Tapi masih tersisa, sebagian,” katanya menerangkan bahwa, beberapa waktu sebelumnya keluarga dia dan pihak lain ada sedikit konflik, karena klaim kepemilikan atas tanah beserta bangunan di pinggiran Jalan Sudirman yang di mana mereka punya bukti kepemilikan hak atas tanah dan bangunan yang dimaksud itu.

Karena itu, Erdi dan keluarga itu pun telah melaporkan hal tersebut kepada Kepolisian untuk penyelidikan lebih jauh tentang kebakaran itu.

Sebelumnya diberitakan. Kebakaran di Jalan Sudirman, Kampung Samora, Lingkungan I, Kelurahan Wek I, Kecamatan Padangsidimpuan Utara pada Minggu (9/8) subuh, menghanguskan 2 unit rumah semi permanen.

Penghuni rumah yang terbakar itu sampai harus meloncat dari loteng untuk menyelamatkan diri.

Peristiwa itu terjadi pada kisaran waktu pukul 04.15 sampai 05.10 Wib. Berawal dari rumah milik Sabar Efendi (68) yang tinggal di dalam bersama anaknya Erdi Razali (23). Rumah mereka berlantai dua, dengan loteng berkonstruksi kayu. Di lantai dua itu, merupakan kamar Erdi Razali.

Di rumah bernomor 215b itu selain barang berupa pakaian, peralatan rumah tangga juga ada kendaraan berupa becak bermotor. Dan Efendi Sabar yang memiliki kamar tidur di lantai satu. Posisi rumah ini berdempetan dengan rumah Muliadi (43) bernomor 213b, yang biasa dijadikan pemiliknya hanya persinggahan.

Di pagi buta itu, api tetiba dengan cepat membubung dari loteng rumah Efendi Sabar. Dari loteng itu juga, anaknya Erdi Razali melompat keluar, dan berusaha mencari pertolongan ke tetangga dan warga sekitar. Namun api begitu cepat menggerogoti rumah mereka, juga merambat ke rumah milik Muliadi, hingga keduanya hanya menyisakan puing-puing.

“Dari sana dulu, dari atas. pas api itu sudah besar, anaknya (Erdi) lompat dari loteng. minta tolong, tapi dia tidak luka, setahu saya tidak ada korban luka. Karena tadi dia di sini, sehat-sehat aja,” terang R Damero yang menyaksikan rumah itu terbakar, dan berada di teras rumahnya.

Rumah milik Muliadi sendiri pada pagi itu tengah kosong. Namun barang-barang yang berada dalam rumah itu sebagian besar sudah hangus dijilati api yang mengganas.

“Rumah ini sama sama punya loteng. Tapi kalau yang ini (Muliadi) biasa diisi siang, sekedar singgah aja. Karena mereka tinggal di rumahnya yang satu lagi,” terang Damero. (san)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button