Berita

Kayu Ilegal Diamankan, Seorang Wanita Ditetapkan Tersangka

FaseBerita.ID – Polres Sibolga menemukan setumpuk kayu keras siap olah di tangkahan PPH di Jalan Jompol di Kelurahan Pancuran Pinang, Kecamatan Sibolga Selatan. Setelah diperiksa, kayu tersebut ternyata ilegal, tidak memiliki dokumen sah.

Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hariandja dalam keterangan persnya, Sabtu (13/4) lalu menduga, kayu tersebut berasal dari kawasan hutan yang dirambah tanpa izin pemerintah. “Pada hari Kamis tanggal 11 April 2019 sekira pukul 16.00 WIB di Jalan Jompol tepatnya di Tangkahan PPH Ancol, Petugas menemukan adanya tumpukan kayu olahan yang diduga kayu keras, yang berasal dari kawasan hutan,” kata Sormin, Sabtu (13/4).

Dari keterangan penjaga tangkahan yang ditanyai petugas mengatakan, kayu tersebut merupakan milik seorang wanita berinisial AHN (44). Dari hasil pemeriksaan, AHN akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. “Tersangka, AHN seorang perempuan,” ungkapnya.

Tidak sampai disitu, dari.keterangan penjaga tangkahan tersebut juga diperoleh informasi kalau kayu ilegal tersebut berasal dari sebuah panglong di daerah Poriaha, Kecamatan Tapian Nauli, Tapteng. “Panglong milik MTH alias M di Desa Poriaha,” pungkasnya.

Penelusuran polisi terus berlanjut hingga ke panglong CV Moncu. Di panglong tersebut ditemukan banyak kayu olahan. Menurut salah seorang pengawas panglong, semua kayu di panglong tersebut tidak mempunyai dokumen resmi.

“Petugas mendatangi panglong CV Monic, diperoleh keterangan dari pengawas panglong yang identitasnya dirahasiakan, menerangkan bahwa kayu-kayu tersebut dan seluruh kayu yang berada di Panglong tersebut tidak memiliki dokumen asal usul kayu,” ketusnya.

Polisi kemudian mengamankan barang bukti dari panglong tersebut guna diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Adapun barang bukti yang berhasil disita, 3 lembar bon faktur pembelian kayu, 267 lembar papan dan 168 broti. (ts)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button