HUT RI
Berita

Kata Rindu Jadi Kata Perpisahan, Jenazah Rikson Pangaribuan Dimakamkan

FaseBerita.ID – Kedua orangtua Rikson Pangaribuan tak henti-hentinya menangisi jasad anaknya yang sudah terbujur kaku di dalam peti.

Para keluarga silih berganti memberi penghiburan kepada kedua orangtua agar iklas dan tabah atas apa yang telah terjadi.

Dari amatan media ini di rumah duka di Emplasmen Sidamanik, Nagori Sidamanik, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Selasa (23/4), suasana di sana penuh haru. Di dalam tangisan ibunda korban selalu berteriak memanggil nama Rikson.

“Sebelum Pemilu kamu masih menelepon Mamak agar Mamak mengirim kebutuhanmu di sana dan meminta ongkos pulang karena habis ujian kampus kamu akan pulang karena libur panjang. Kamu juga mengatakan kalau kamu rindu sama mamak, tetapi jadi seperti ini kamu. Bukan ini yang mamak mau, kamu pulang ke kampung ini sehat-sehat. Apa kata rindu itu kata perpisahan buat mamak,” jerit ibu Rikson dalam tangisannya.

Menurut keterangan Boru Situmorang, tetangga korban, belum ada pihak kepolisian dari Palangka Raya datang menjenguk.

“Hanya Kapolsek Sidamanik yang saya lihat datang,” ujarnya sembari mengatakan bahwa penguburan Rikson dilaksanakan pada Selasa (23/4).

Baca juga: Satu Lagi Korban Meninggal Dunia di RS

Boru Situmorang juga mengatakan kalau korban setiap pulang dari Palangka Raya selalu datang ke rumahnya dan bercerita tentang perkuliahannya dan cerita tentang teman-temannya di sana.

“Dia orangnya baik, ramah dan suka bercanda. Kalau ketawa dia itu tidak akan pernah biasa terlupakan,” ujarnya.

Novaria Tampubolon, kakak satu rumah Rikson di Palangka Raya mengatakan bahwa Rikson sangat periang dan suka membantu teman-temannya.

“Saya merasa bersalah sama orang Tuanya karena tidak bisa menjaga amanah dari orang tua Rikson karena dia sudah saya anggap sebagai adik kandung saya,” ujar Novaria yang juga kuliah di Palangka Raya.

“Kita doakanlah semoga dia diterima di sisi-Nya. Saya sangat sayang sekali sama dia. Dia sudah saya anggap seperti keluarga sendiri,” ujar Novaria sembari menangis.

Rikson merupakan anak ke tiga dari empat bersaudara dan sudah menjalani semester 6 di Universitas Palangka Raya.

Sebelumnya diberitakan, dua mahasiswa Universitas Palangka Raya, salah satunya asal Simalungun, meninggal setelah tertabrak satu unit mobil dinas Polres Palangka Raya di Jalan Yos Sudarso Palangka Raya, Minggu (21/4) malam. Dua korban tewas dalam insiden yang terjadi sekitar pukul 23.30 Wib tersebut adalah Syahril Malau (22) warga Desa Partibi Tembe, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo dan Rikson Pangaribuan (21).

Rikson Pangaribuan adalah anak Jonson Pangaribuan, warga Emplasmen Sidamanik, Nagori Sidamanik, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun.

Selain dua orang korban meninggal, tiga korban mengalami luka adalah Apriani Ningsih Simarmata (21), Lamtio Simatupang (21), dan Yogi Sidabutar (22).

Informasi yang dihimpun kaltengpos.co, (grup media ini) peristiwa tragis itu berawal ketika sebuah mobil dinas polisi yang diduga dikemudikan salah seorang perwira berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) di Polres Palangka Raya melaju dari arah Jalan Yos Sudarso ujung.

Setibanya di lokasi kejadian yang berada di depan sebuah toko waralaba, mobil tiba-tiba oleng dan menabrak pengendara sepeda motor.

Kejadian itu juga rupanya sempat direkam warga dan potongan videonya beredar di media sosial. Dari potongan video terdengar suara orang berteriak histeris dan anggota polisi yang masih menggunakan seragam.

Sementara itu Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar yang dikonfirmasi, Senin (22/4) membenarkan adanya kecelakaan tersebut. (mag04/pra/ esa)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button