Berita

Kasus Pilpanag Tiga Bolon Berujung ke PTUN

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Kasus Pemilihan Pangulu Nagori (Pilpanag) Tiga Bolon, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun akhirnya berujung ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan.

Gugatan disampaikan ke PTUN tanggal 26 September 2019 melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan dengan Nomor Registrasi: 255/PN-PP/2019/PTUN.Medan tanggal 3 Oktober 2019.

Calon Pangulu Tiga Bolon Nomor Urut 4 Nova Hutapea selaku penggugat, kepada awak media ini, Selasa (19/11/2019) mengatakan bahwa kasus tersebut telah dilaporkan kepada PTUN Medan bahkan telah empat kali sidang.

“Saya tidak mau berdiam diri. Kasus Pilpanag Tiga Bolon ini sudah saya laporkan ke PTUN Medan dan sudah empat kali sidang. Si Marisnno Sitio yang telah dilantik Bupati dengan terburu-buru, sudah dipanggil untuk menghadiri Sidang,” ujarnya.

Anggota DPRD Simalungun Bernhard Damanik saat dikonfirmasi di ruang rapat Paripurna DPRD Simalungun, Selasa (19/11/2019) mengatakan kasus tersebut sampai ke PTUN lantaran Pemerintah Daerah tidak menanggapi rekomendasi dari DPRD Simalungun dari Komisi 1.

“Surat Rekomendasi tersebut ditandatangani oleh Ketua DPRD Simalungun sebelumnya, yang menyatakan bahwa pelantikan Pangulu Nagori Tiga Bolon ditunda dan dilakukan perhitungan ulang,” sebutnya.

Nova Hutapea

Akan tetapi, sambung Bernhard Damanik, dengan tidak dilakukannya rekomendasi pihaknya mendorong pihak yang merasa dirugikan agar dilakukan gugatan ke PTUN.

“Saat ini sedang berlangsung gugatan itu di PTUN Medan, dimana beberapa kali Pemerintah Kabupaten Simalungun yang kita dapat kabar bahwa telah empat kali dipanggil dan dua kali hadir dua kali mangkir,” terangnya.

Bernhard Damanik menuturkan dalam tuntutan tersebut tetap mengacu kepada apa yang dipermasalahkan di awal seperti apa yang disampaikan melalui rekomendasi DPRD.

Dimana penggugat yaitu Nova Boru Hutapea melakukan gugatan menuntut tetap dilakukan perhitungan ulang terhadap pemilihan Pangulu Nagori tersebut.

Bernhard Damanik berharap agar PTUN nantinya benar-benar memutuskan dengan seadil-adilnya demi hak-hak yang dimiliki oleh Nova Boru Hutapea.

“Mulai dari pemungutan suara sampai kepada perhitungan suara kita menyaksikan secara langsung. Sehingga kemarin kita dimintai oleh Pengacara dan juga penggugat untuk kesiapan kita sebagai saksi kita menyatakan siap ketika kita diminta oleh PTUN,” pungkasnya. (Mag-05/des)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close