Berita

Kasus Perceraian Tinggi di Simalungun, Ada 1.171 Kasus

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Ekonomi minim dan adanya pihak ketika sangat berpengaruh dalam keluarga. Bahkan kedua hal ini yang sering menjadi faktor penyebab perceraian yang dapat mengacaukan ikatan keluarga antara suami dan istri. Sehingga mengakibatkan keluarga berantakan dan yang menjadi korban adalah si anak.

Hal ini terbukti di Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Simalungun.

Widia selaku Layanan Pendataan ketika ditemui, Jumat (13/12) mengatakan bahwa jumlah perkara perceraian yang masuk mulai Januari hingga Desember 2019 sebanyak 1.171 kasus, dibandingkan dengan tahun 2018 jauh lebih banyak dimana ditahun 2018 hanya 976 kasus.

Untuk di bawah umur sekitar kurang lebih 38 orang.

Widia menerangkan bahwa penyebab penceraian tersebut lebih dominan tentang masalah ekonomi keluarga dan pihak ketiga.

”Tahun ini perkara perceraian lebih meningkat daripada tahun yang lalu, penyebabnya dominan karena ekonomi dan faktor umur yang masih tergolong muda,” ujarnya.

Salah seorang yang terlibat kasus ini ketika ia ditanya soal kasus perceraiannya mengaku malu atas kasus yang menimpanya.

“Sebenarnya saya malu cerai. Tapi akibat kami sudah sering cekcok, saya memutuskan untuk bercerai,” sebut wanita yang tidak mau namanya dipublikasikan. (ros)



Unefa

Pascasarjana
Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close