Berita

Kasus OTT di BPKD Siantar: Hefriansyah Diperiksa Poldasu

MEDAN, FaseBerita.ID – Guna melengkapi penyidikan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan di Kantor Badan Pemeriksaan Keuangan Daerah (BPKD) Siantar beberapa waktu lalu, penyidik Subdit III Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut melakukan pemeriksaan terhadap Walikota Pematangsiantar Hefriansyah, Senin (29/7/2019).

Pemeriksaan yang dilakukan terhadap orang nomor satu di Kota Pematangsiantar ini merupakan pemanggilan pertama, yang sebelumnya telah dijadwalkan oleh penyidik sejak awal pekan lalu.

Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan yang dikonfirmasi watawan membenarkan kedatangan Hefriansyah ke Ditreskrimsus Polda Sumut.

Ia juga tidak menampik, pemeriksaan yang dilakukan atas dasar penyidikan lanjutan kasus OTT yang terjadi di kantor BPKAD Siantar pada Kamis (11/7/2019) lalu.

“Benar, Walikotasiantar sudah diperiksa sejak pagi tadi,” ungkapnya kepada wartawan.

Namun MP Nainggolan menegaskan, pemeriksaan yang dilakukan terhadap Hefriansyah masih berkaitan sebagai saksi. Hal ini dilakukan untuk melengkapi berkas penyelidikan yang tengah dikumpulkan para penyidik.

“Statusnya sebagai saksi ya, bukan tersangka,” jelasnya.

Disinggung apakah ada kemungkinan Hefriansyah sewaktu-waktu statusnya bisa dinaikkan menjadi tersangka, MP Nainggolan mengaku dirinya tidak mau berandai-andai.

Ia menjelaskan, status seorang saksi dapat berubah menjadi tersangka, tergantung dari pengembangan penyidikan yang dilakukan penyidik.

“Jadi kita lihat nanti bagaimana perkembangan penyidikannya dulu,” tandasnya.

Seperti diketahui, sebelum Walikota Pematangsiantar Hefriansyah diperiksa, Polda Sumut terlebih dahulu melakukan pemeriksaan terhadap Sekda Siantar Budi Utari, Selasa (23/7/2019) lalu.

Budi Utari juga diperiksa sebagai saksi, atas kasus OTT di Kantor BPKD tersebut.

Sejauh ini, dalam kasus OTT itu, Polda Sumut baru menetapkan dua orang tersangka, yakni Bendahara BPKD Erni Zendrato dan Kepala BPKD Adyaksa Purba.

Keduanya ditahan atas dugaan praktik pungli, berupa pemotongan insentif pekerja pemungut pajak di kantor tersebut sebanyak 15 persen. (dvs/smg)

iklan usi



Back to top button