Berita

Kastorius Sinaga: Jumlah Cakada Tertib Lebih Banyak Daripada yang Bandel

JAKARTA, FaseBerita.ID-Staf Khusus Menteri Dalam Negeri bidang Politik dan Media, Kastorius Sinaga‎ mengaku optimistis, Pilkada serentak 9 Desember mendatang akan berjalan dengan sukses.

Dia juga meyakini, protokol kesehatan akan dijalankan oleh para calon kepala daerah tersebut. Sehingga tidak ada bentuk-bentuk kerumunan massa.

Memang pada saat pendaftaran 4-6 September ada banyak pelanggaran protokol kesehatan. Namun jumlah yang tertib terhadap protokol kesehatan jauh lebih banyak.

Ditanggal 18 September jumlah bapaslon kita 740, di 270 wilayah Pilkada. Melanggar 243 yang ditegur keras langsung oleh Mendagri 72 mereka yang petahana. Nah ada distorsi di sini 500 bapaslon tertib, 243 tidak tertib,” ujar Kastorius dalam diskusi secara virtual di Jakarta, Sabtu (26/9)‎.

Kastorius menduga adanya pelanggaran protokol kesehatan karena ketidaktahuan para calon kepala daerah tersebut. Sehingga acara saat pendaftaran tersebut banyak masyarakat yang ikut dalam konvoi.

“Ada satu kemungkinan bahwa mereka tidak tahu tentang aturan terkait, dan lalu masih melihat bahwa pendaftaran paslon itu bisa diikuti dengan arak-arakan atau konvoi,” katanya.

Lebih lanjut, Kastorius mengatakan setidaknya ada 72 petahana calon kepala daerah yang melanggar protokol kesehatan. Semuanya telah diberikan teguran keras dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

“Bahkan kita ancam sanksi untuk ditunda pelantikannya, ditegur, bahkan diberhentikan. Kita memakai rujukan UU Pemerintah Daerah Nomor 23 Tahun 2014,” katanya.

Kastorius berujar, ‎dirinya takut pada tahap pengumuman penetapan calon peserta pilkada akan berakhir ricuh. Namun keraguannya itu terjawab. Bahwa hanya sedikit yang melakukan protes.

“Yang kita anggap akan rawan yaitu 23 September kemarin ketika penetapan calon itu kan biasanya diwarnai pengerahan massa dan protes kepada KPU karena tidak lolos. Ternyata di dalam monitor kita kemarin lumayan bagus, hanya segelintir orang yang masih berkumpul dan itu tidak banyak. Artinya sudah mengarah pada yang positif,” pungkasnya.

Diketahui, Pilkada serentak 2020 akan diselenggarakan di 270 wilayah di Indonesia. Jumlah tersebut terdiri dari pemilihan gubernur dan wakil gubernur, pemilihan wali kota dan wakil wali kota, serta bupati dan wakil bupati.

Adapun pemilihan gubernur dan wakil gubernur berlangsung di sembilan provinsi. Yakni Sumatra Barat, Jambi, Bengkulu, Kepulauan Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah.

Sementara pemilihan wali kota dan wakil wali kota akan dilaksanakan di 37 kota yang tersebar di 32 provinsi. Sedangkan pemilihan bupati dan wakil bupati bakal digelar di 224 kabupaten.(jp/fi)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button