Berita

Kasek SD YPK Kecewa, Polisi Siantar Lamban Tangani Kasus Pencurian di Sekolah itu

FaseBerita.ID – Kepala Sekolah Dasar (SD) YPK Swasta Jalan Jawa, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat, mengaku kecewa terhadap Polrs Siantar yang dinilai lamban menangani kasus pencurian yang mereka alami, baru-baru ini.

“Masa kami disuruh membuat laporan baru lagi,” kata Kasek Suriawati saat ditemui kembali, Senin (18/2) siang sekira pukul 12.30 WIB.

“Dalam jangka waktu dua bulan ini kalau belum ada hasil. Kami malah disuruh buat laporan lagi sama polisi. Maunya cepatlah ditangkap pelaku, jangan lambat. Apalagi, laptop sama flashdisk ikut dicuri,” ujarnya.

Flashdisk dimaksud, kata Suriawati, berisi data-data sekolah yang menjadi keperluan mereka.

“Kalau nggak cepat ditangkap, udah entah gimana lagi nanti datanya itu. Memang atas kejadian ini kami yang lalai. Kami juga yang salah, makannya jadi malu kami sama yayasan,” ujarya sembari menegaskan agar pihak kepolisian cepat menangkap pelaku.

Kasat Reskrim Iptu Nur Istiono dikonfirmasi ulang belum bersedia mengangkat telepon wartawan. Sementara Kasubbag Humas Iptu Rusdi Ahya dikonfirmasi di ruang kerjanya mengatakan belum bisa diwawancara karena masih sibuk.

“Nanti ya, masih banyak kerjaku, masih sibuk,” ujarnya sembari meninggalkan wartawan.

Sebelumnya, satu orang pencuri berhasil menggondol 6 unit laptop dan uang tunai sekitar Rp6 jutaan dari ruangan guru tata usaha guru yang dibongkar.

Suriawati menuturkan, aksi pencurian tersebut baru diketahuinya sekira pukul 07.00 yang dilaporkan Kepala Yayasan SD YPK Swasta Kota Siantar.

“Tadi pagi saya dapat kabar dari ibu yayasan. Bahwa ruang Tata Usaha guru dibongkar maling. Kebetulan bu yayasan dapat Informasi dari kebersihan,” ujarnya.

Para pelaku masuk dari pintu depan ruang tata usaha yang dicongkel.

“Dari pintu mereka masuk, lagian sudah terekam CCTV malingnya. Ini juga lagi dimintai keterangan saya sama polisi. Kami sudah tau siapa malingnya,” ujarnya.

Apakah pelaku bagian dari orang dalam sekolah, Suriati membantah. “Tidak ada. Pelakunya orang luar. Tapi kita sudah tau siapa itu,” sebutnya.

Atas kejadian itu, pihak sekolah mengalami kerugian sekitar Rp40 jutaan.

“Kira-kira totalnya segitu, polisi juga lagi berusaha cek CCTV di sekolah,” tambahnya. (Mag-03)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker