Berita

Karhutla: 90 Ha di Tapteng, 25 Ha di Paluta

TAPTENG, FaseBerita.ID – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Seluas 90 hektare lahan milik PT Fajar Indah Anindya (FIA) di Desa Lumut Maju, Kecamatan Lumut, terbakar.

Kebakaran lahan perkebunan kelapa sawit ini terlihat sejak Selasa (17/9/2019) sekitar pukul 17.00 WIB. Hingga Kamis (19/9/2019), sebahagian kecil api masih merambat di beberapa titik hingga mengeluarkan asap tebal.

“Hingga Kamis sore api masih merambat di beberapa titik,” ujar Kepala Desa Lumut Maju, Atalisi Lahagu, melalui pesan tertulis, Jumat (20/9/2019).

Dia menjelaskan, kebakaran yang menghanguskan hingga puluhan hektare lahan ini diakibatkan tidak adanya upaya dari pihak perusahaan untuk memadamkan api. Guna mengantisipasi titik api tidak merembet ke lahan perkebunan masyarakat, Forkopimka Lumut bersama masyarakat setempat bergotong-royong membuat tapal pembatas, dengan cara membersihkan lahan.

“Jalan satu-satunya ya itu, membuat tapal pembatas. Di samping itu kita memersiapkan mesin pompa air jika sewaktu-waktu api merembet ke perkebunan masyarakat,” imbuhnya.

Ditambahkannya, kondisi medan yang sangat sulit ditembus menjadi kendala pemadaman api. Akses jalan hanya bisa dilewati kendaraan roda dua melalui jalan setapak. Di sisi lain, alat pemadam kebakaran milik perusahaan tidak ada.

“Kita juga telah meminta pihak perusahaan agar mengerahkan seluruh karyawannya memadamkan api,” pungkasnya.

Di Paluta, 25 Ha Lahan Juga Terbakar

Sementara itu, di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) kebakaran hutan dan lahan mulai banyak. Informasi dihimpun, sejak Kamis (19/9/2019) hingga Jumat (20/9/2019) sedikitnya 25 hektare lahan kelapa sawit milik warga di Kecamatan Padang Bolak terbakar.

Petugas tim gabungan yang terdiri atas personel Koramil 05/Padang Bolak, Polsek Padang Bolak, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni dan dibantu petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api.

Kapolsek Padang Bolak AKP Zulfikar yang turut ke lokasi kejadian mengatakan, penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti.

“Penyebab kebakaran lahan belum diketahui pasti. Namun diimbau kepada masyarakat supaya tidak melakukan pembakaran di sekitar lahan yang mengalami kekeringan akibat musim kemarau,” kata Kapolsek.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Paluta Rustam Hasibuan menyampaikan, saat musim kemarau seperti sekarang ini sangat diperlukan upaya pencegahan Karhutla di Paluta.

“Kita juga mengimbau kepada seluruh warga untuk tidak melakukan pembakaran baik itu di lahan perkebunan maupun membakar sampah di pekarangan atau pemukiman. Pasalnya sangat rentan terjadi kebakaran,” ujarnya. (ztm/ais)



Unefa

Pascasarjana
Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close