Berita

Kapolda Sumut Janji akan Berantas Praktik Judi Permainan Ketangkasan

FaseBerita.ID – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) akan menindaklanjuti informasi tempat permainan tembak ikan diduga dijadikan praktik perjudian, yang beroperasi di Jalan Sanausi, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu.

Hal ini dikatakan Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Martuani Sormin. Dirinya akan segera melakukan penegakan hukum atas dugaan praktik perjudian ini.

“Terimakasih, kita akan teruskan penegakan hukum untuk perjudian,” tulisnya singkat melalui pesan Whatsapp kepada wartawan, Selasa (18/2) sore.

Sebelumnya diberitakan, tempat hiburan permainan ketangkasan tembak ikan yang beroperasi di Jalan Sanusi, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, diduga hanya modus untuk melakukan praktik perjudian.

Pasalnya, pemain yang bermain di tempat itu hanya mengadu nasib mencari untung-ungtungan belaka. Yakni, dengan bermodal uang sedikit mengharapkan keuntungan berlipat.

Namun, teknis pertukaran hadiah maupun uang bagi pemain yang berhasil menang, dibungkus rapi oleh pihak pengelola tempat hiburan tersebut.

Pantauan di lokasi, Minggu (16/2), terlihat pemain menukarkan sejumlah uang dengan jumlah poin yang tertera di meja game tembak ikan tersebut.

Caranya, pihak pengelola menempelkan kartu ke bagian tombol kecil yang berada di sisi meja permainan itu, lalu mengisi poin yang ingin pemain inginkan.

“Kalau Rp50 ribu, poin yang didapat pemain sebesar 5000 poin. Nah, kalau mau selesai bermain, poin tersebut dapat ditukarkan dengan uang kembali. Kalau 10000 poin yang didapat, menjadi Rp100 ribu,” ujar salah seorang pemain di lokasi.

Di sisi lain, usaha hiburan game ketangkasan tembak ikan yang dijadikan dalih sistem perjudian tersebut, banyak warga dan kalangan masyarakat mengecam perjudian dan sangat meresahkan.

Salah seorang warga Rantauprapat, Ridwan mengatakan, jika sudah pasti dijadikan sebagai wahana judi, mereka (warga) pasti tidak setuju.

“Udah jelas merusak. Perjudian dapat merusak ekonomi, terlebih-lebih moral,” cetusnya.

Dia pun berharap, pihak kepolisian, dan dinas terkait hingga pemerintah selaku penguasa, dapat terjun langsung bukan malah membekingi, namun memberantas judi yang dapat meracuni, bahkan merusak generasi muda juga masyarakat.

“Kami bersama elemen masyarakat rencananya akan mendiskusikan keberadaan judi tembak ikan yang berkedok permainan ketangkasan ini bersama tokoh agama dan lainnya, untuk mendesak pihak kepolisian dan pemerintah agar dapat mengkaji hal ini. Bila perlu, menutup paksa tempat maksiat itu. Sebagai warga, saya ingin Kabupaten Labuhanbatu damai tenteram dan aman. Tidak dikotori dengan tempat-tempat maksiat,” tandasnya.

Terpisah, Kapolres Labuhabatu AKBP Agus Darojat saat dikonfirmasi terkait hal ini belum memberikan keterangan hingga berita ini diterima redaksi.

Meskipun pesan melalui Whatsapp pribadinya telah dilayangkan. Begitu juga Kasat Intel Polres Labuhanbatu AKP Edi belum memberikan balasan dari pesan Whatsapp pribadinya terkait konfirmasi izin keramaian tempat hiburan game tembak ikan tersebut. (bud/sr)

Unefa

Pascasarjana

Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close