Berita

Kampung Tematik di Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Siantar Timur

Antara Karya Seni dan Kampanye Lingkungan

SIANTAR, FaseBerita.ID – Pelestarian lingkungan menjadi gagasan utama dalam lukisan-lukisan yang tampil di setiap tembok rumah di Gang Mujair Kelurahan Pardomuan Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantar.

Puluhan rumah di Kampung Pardomuan telah disulap menjadi Desa Tematik, mengusung konsep penuh warna.

Amatan media ini, Jumat (3/1/2020) saat masuk ke Kampung Pardomuan langsung disuguhkan gapura dengan lukisan-lukisan yang menghiasi di tembok.

Lantai lorong sudah dicat dengan warna biru. Tampaknya juga gambar ikan-ikan yang berenang dengan warna merah. Setiap tembok rumah memiliki ciri khas gambar tersendiri. Ada yang bergambar Gatot Kaca, Bulang Mandailing, sayap, burung Kakak Tua, dan lain-lain. Kampung ini juga tampak bersih dan tertata rapi. Ketika berjalan di Kampung Pardomuan dapat memanjakan mata.

Lurah Pardomuan Arif Lubis menjelaskan, pengerjaan lukisan ini baru selesai sekitar dua minggu yang lalu. Ada 24 kepala keluarga yang ikut serta dalam pengerjaan konsep desa tematik ini. Dana bersumber dana kelurahan dan dana swadaya masyarakat. Banyak warga yang memiliki ide kreatif untuk menjaga kebersihan. Untuk pengerjaan ini menggunakan jasa Sanggar Qalam Jihad yang juga berlokasi di lingkungan tersebut.

“Setidaknya masyarakat kreatif-kreatif di sini bisa jadi contoh ke masyarakat kampung lain untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan,” ujarnya.

Arif mengungkapkan, awalnya fokus utama pengerjaan yakni mewarnai jalan setapak. Tak berapa lama, seluruh warga berinisiatif melukiskan tembok rumah masing-masing. Arif mengungkapkan masih ada program lagi untuk membangun taman baca dan bermain.

“Ini peran serta seluruh masyarakat. Sebenarnya tidak dana kelurahan semuanya. Tapi ada juga dari swadaya masyarakat. Fokusnya kita jalan setapak. Kita mengindahkan jalan setapak dengan membuat lukisan. Kita fokus di lorong ini dulu. Rencananya kita akan membuat suatu taman baca dan taman bermain,” ujarnya.

Ketua Qalam Jihad Zainal Abidin Lubis menceritakan, dalam proses lukis, mengerahkan sedikitnya 20 pelukis. Makna dari lorong yang dilukis gambar sungai yang biru dan ikan sebagai wujud menghargai alam semesta.

“Pesannya, pelestarian lingkungan dan penghijauan. Menghargai alam semesta ini. Karena alam semesta ini terlalu indah untuk dirusak,” ujarnya, sembari mengatakan sanggar tersebut telah berdiri selama 18 tahun.

Zainal mengatakan para pelukis yang dikerahkan berperan hanya untuk mengarahkan warga. Pelukis juga membantu pemilik rumah untuk melukiskan gambar yang diinginkan.

“Intinya 90 persen kita yang mengarahkan. Warga ikut membantu. Tema-tema banyak permintaan dari pemilik rumah. Kalau program ke depan kita lakukan pelatihan terhadap masyarakat di sini,” ujarnya.

Zainal juga berpesan kepada pengunjung untuk menjaga kebersihan saat berswafoto di Kampung Pardomuan. Karena, hasil karya ini menciptakan masyarakat untuk sadar kebersihan lingkungan.

“Mudah-mudahan ini bermanfaat untuk masyarakat. Kalau ada pengunjung jaga kebersihan lingkungan. Silakan berselfi ria. Karena ini sangat mahal berdasarkan seni,”pungkasnya. (mag-04)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button