Berita

Kalah Bersaing di Hutan, Orangutan Tapanuli Turun ke Perkampungan

TAPTENG, FaseBerita.ID – Saekor Orangutan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis) ditemukan masuk ke perkampungan warga di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting, Tapanuli Tengah (Tapteng). Sempat dievakuasi, spesies primata yang tergolong langka di dunia ini akhirnya kembali dilepasliarkan, Rabu (15/1).

Kasubbag Data, Evlap dan Kehumasan Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara Andoko Hidayat mengatakan, seekor orangutan yang diperkirakan berusia 24 tahun dan berjenis kelamin jantan itu mulanya terlihat warga berada di pinggir jalan yang dekat dengan pemukiman warga di Desa Dolok Nauli, Adian Koting, Tapteng, Senin (13/1).

Penemuan tersebut dilaporkan warga kepada Kepala Resort Pelabuhan Laut Sibolga Lantas Hutagalung.

Mendapat informasi tersebut, Kares Pelabuhan Laut Sibolga langsung berkordinasi dengan pihak Konservasi Wilayah IV Tarutung dan Wilayah II Pematangsiantar. Dan selanjutnya, pada hari yang sama, pihak SKW IV Tarutung menghubungi mitra BBKSDA Sumut yakni YOSL-OIC, YEL, dan Scorpion Indonesia.

“Dibantu masyarakat Dolok Nauli, akhirnya bersama-sama mengevakuasi orangutan yang ada di Adian Koting,” ujar Andoko lewat pesan singkatnya, Jumat (17/1).

Kemudian, kata Andoko, setelah berkoordinasi dengan pihak terkait, pada 15 Januari 2020 setelah dilakukan evakuasi, Orangutan Tapanuli diberi tembakan bius dan dilakukan pemeriksaan kesehatan. Hasilnya, Orangutan dengan jenis kelamin jantan, berbobot 60 kilogram itu, sebelumnya pernah juga dievakuasi pada 13 November 2019 di kawasan hutan lindung Adian Koting.

“Diperkirakan orangutan tersebut kalah bersaing mencari pakan dengan kera sehingga mencari makan ke kawasan penduduk. Kondisinya sehat dan masih bersifat liar,” ujar Andoko.

Selanjutnya, setelah berkoordinasi dengan tim, diambil kesimpulan bahwa orangutan tersebut dapat dilepasliarkan kembali ke habitatnya.

“Pelepasliaran dilakukan di PLTA Sipan Sihaporas, Tapanuli Tengah yang merupakan kawasan hutan lindung wilayah kerja KPH XI Pandan. Dan disaksikan oleh berbagai pihak yaitu BBKSDA Sumut, KPH XI Pandan, PLTA Sipan Siaporas, yOSL- OIC, dan YEL,” tukas Andoko.

Dia mengimbau kepada masyarakat, jika melihat atau menemukan orangutan agar jangan ditangkap secara pribadi apalagi sampai dibunuh. Dan laporkan kepada pihak berwenang. Karena katanya, Orangutan Tapanuli merupakan spesies primata yang satu-satunya ada di Tapanuli selain jenis Orangutan lainnya yang ada di daerah lain yaitu Sumatera (Pongo Abelii) dan Kalimantan (Pongo Pygmaeus). (yza)



Unefa

Pascasarjana
Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close