Berita

Kakek Samirin Terdakwa Pencuri 1,9 Kg Getah Karet Diundang Mata Najwa

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Kuasa hukum Samirin Seprijon Saragih, kakek yang divonis 2 bulan 4 hari atas kasus pencurian getah senilai Rp17.480 diundang Mata Najwa untuk live di Trans 7 pada Rabu (22/1) sekira pukul 20.00-21.30 WIB.

Adapun undangan tersebut disampaikan oleh staf Mata Najwa melalaui WA kepada Sepri Ijon untuk hadir live di Trans7 terkait masalah yang dihadapi Samirin.

“Agenda wawancara terkait kasus yang menjerat Samirin di Pengadilan Negeri Simalungun,” kata Seprijon.

Untuk diketahui, Samirin, kakek berusia 68 tahun yang dituduh mencuri getah senilai Rp17.480 milik PT Bridgestone Sumatera Rubber Estate Dolok Merangir, divonis 2 bulan 4 hari. Hukuman ini lebih ringan 8 bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yakni 10 bulan penjara.

Kasus yang menimpa Samirin ini sempat menggugah hati masyarakat, bahkan Anggota DPR RI Hinca Pandjaitan. Mereka juga melakukan aksi mengumpulkan koin untuk dikembalikan kepada PT Bridgestone.

“Ide ini kami lakukan untuk mengembalikan uang senilai Rp17.850 itu kepada PT Bridgestone,” kata Agus, perwakilan keluarga terdakwa.

Pantauan wartawan, Samirin, warga Huta Dolok Maraja, Nagori Dolok Maraja, Kecamatan Tapian Dolok, langsung mengucap syukur atas vonis yang diberikan Majelis Hakim. Usai putusan dibacakan, Samirin langsung dibebaskan, karena ia sudah menjalani hukuman selama 2 bulan 4 hari.

Informasi dihimpun, Kakek yang sudah memiliki 12 cucu dari 4 orang anaknya itu sebelumnya tersandung kasus pencurian getah karet milik PMA PT Bridgestone Sumatera Rubber Estate Dolok Merangir.

Samirin ditangkap oleh pihak security perusahaan pada 27 Juli 2019 dengan barang bukti sebanyak 1,9 Kg getah karet senilai Rp 17.480,-.

Pada saat itu, Samirin diserahkan kepada pihak Polsek Serbalawan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Namun pada saat proses hukum di Polsek Serbalawan, Samirin tidak dilakukan penahanan melainkan menjalani masa penangguhan hingga pada tanggal 27 Nopember 2019 saat pelimpahan ke Kejari Simalungun barulah Samirin ditahan dan ditempatkan di Lapas Klas IIA Pematangsiantar.

Saat dikonfirmasi Penasehat Hukumnya Samirin, Seprijon Saragih SH kepada kru koran ini membenarkan kasusnya yang dialami kliennya itu yang dalam salinan dakwaan penuntut umum, Samirin dijerat dengan UU No 39 Tahun2014 Perkebunan pasal 107 dengan ancaman hukuman 10 bulan.

“Putusan majelis hakim terhadap klien kami 2 bulan 4 hari dikurangi masa penahanan yang sudah dijalani,” kata Seprijon Saragih. (ros)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker