Berita

Kakek Pelaku Cabul di Siantar Ditangkap di Batam

SIANTAR, FaseBerita.ID-Setelah pelariannya, kakek pelaku cabul berinisial MH alias pelor (60) warga Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur, akhirnya diamankan polisi di Kota Batam Kepulauan Riau.

Kakek berumur 60 tahun itu harus berurusan dengan pihak Kepolisian dikarenakan kelakuan tidak terpuji nya terhadap cucunya sendiri sebut saja namanya Bunga (12).

Menurut informasi yang dihimpun wartawan, kasus asusila itu sudah lama dilaporkan oleh pihak keluarga korban akhir bulan Januari lalu ke Polres Pematang Siantar  untuk diproses secara hukum.  Tetapi sayang nya, terlapor belum berhasil diamankan oleh Sataun Perlindungan Perempuan Dan Anak  Polres Pematang Siantar.

Kanit Pelindung Perempuan Dan Anak Polres Pematang Siantar, IPDA Tina Nainggolan saat diwawacarai wartawan,  Rabu (1/4/2020) tepatnya di depan ruang Jatanras A Polres Pematang Siantar membenarkan penangkapan tersebut.

” Ia benar sudah kita amankan dari kota Batam. Ini mau kita bawa ke Siantar, namun karena wabah Covid-19 ini, agak lama diperjalanan,” sebut IPDA Tina Nainggolan.

“Tunggu aja lah bang, nanti melalui Kabag Humas aja, untuk mengambil datanya”, tutupnya sembari meninggalkan wartawan.

Beberapa waktu lalu saat diwawancarai wartawan, TM (30) salah satu keluarga korban kepada wartawan mengatakan, kejadian memalukan itu terungkap Januari lalu, setelah korban minta ikut pulang ke perantauan bersama ayah kandungnya.

Kebetulan, Januari 2020, orangtua Bunga pulang merantau ke rumah orangtuanya di Pematangsiantar. Saat itu korban merengek minta ikut bersama orangtuanya.

Bapak korban kemudian menanyakan Bunga kenapa dia tak mau lagi tinggal bersama pelaku.

Pihak keluarga sempat melakukan mediasi internal keluarga saat berkumpul di acara Tahun Baru-an apakah pelaku benar-benar melakukan itu atau tidak. Namun, pelaku tidak mengakuinya.

Oleh keluarga kemudian membawa korban ke puskesmas untuk pemeriksaan atau visum.

Tidak terima korban diperlakukan seperti itu, keluarga kemudian sepakat melaporkan pelaku ke Polres Pematang Siantar.

Sejak usia 4 tahun, korban memang sudah ikut pelaku. Sementara Ibu kandung korban tidak diketahui keberadaannya karena ibu bapak korban sudah lama pisah ranjang. (Mag-03/fi)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button