Berita

Kakek Cabul Dituntut 12 Tahun Penjara

FaseBerita.ID – LS (54) warga Seribuasih, Kecamatan Hatonduhan dituntut selama 12 tahun penjara denda Rp80 juta subsider 1 tahun akibat melakukan pencabulan terhadap cucunya yakni berumur 4 tahun.

Dalam Pembacaan tuntutan yang dibacakan oleh Fransiska Sitorus secara online di Pengadilan Negeri Simalungun, Senin (10/8), Jaksa menyatakan bahwa perbuatan terdakwa melanggar pasal 82 (1) dan (2) UU No.17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 tentang perlindungan anak.

Perbuatan terdakwa sekitar Januari 2020 pukul 10.00 Wib di kamar terdakwa. Sebelum peristiwa memalukan itu terjadi, korban mendatangi rumah terdakwa dan ingin menanyakan keberadaan ayahnya.

Ia pun duduk di ruang tamu. Kemudian terdakwa menghampiri dan menarik korban ke kamar. Di sanalah terdakwa beraksi. Usai berbuat cabul, terdakwa kemudian mengancam korban agar tidak memberitahukan perbuatannya itu kepada ayahnya.

Beberapa jam kemudian, korban menangis begitu ayahnya datang. Perilaku korban juga mengundang perhatian ayahnya. Lalu ia didesak agar menceritakan yang sebenarnya.

Ayah korban pun terkejut atas pengakuan korban. Kemudian melaporkan kakek korban ke polisi.

Usai mendengar tuntutan terdakwa didampingi penasehat hukum Prodeo, terdakwa memohon kepada majelis hakim agar mengurangi hukumannya.

Mendengar pernyataan tersebut, majelis hakim ketua Rozianti SH didampingi dua hakim anggota Aries Ginting SH dan Mince Ginting SH menunda persidangan hingga dua Minggu ke depan mendengarkan putusan. (ros)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button