Berita

Kadispora Kota Tanjungbalai Diduga Pukul Honorer

FaseBerita.ID – Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga (Kadispora) Kota Tanjungbalai berinisial S dilaporkan ke Polres Tanjungbalau oleh OSS alias Oji, honorer dinas tersebut atas dugaan pemukulan.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Putu Yudha Prawira Sik mengatakan, kasus dugaan pemukulan oleh S terhadap OSS akan segera dilimpahkan ke kejaksaan. “Kasusnya sudah tahap sidik, berkas perkara akan segera kita limpahkan ke kejaksaan. Terimakasih,” sebut Kapolres melalui pesan WhatsAppnya.

Untuk diketahui, seorang tenaga honorer yang bekerja di Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Tanjungbalai berinisial OSS alias Oji membuat pengaduan resmi ke Sat Reskrim Polres Tanjungbalai dengan Laporan Polisi Nomor LP/289/XI/2019/SU/Reskrim T. Balai pada hari Jumat 6/11/2019 atas dugaan pemukulan yang dialaminya oleh oknum Kadispora tersebut.

Dari keterangan yang berhasil dihimpun, dugaan pemukulan itu terjadi ketika Kadispora mempertanyakan alasan korban tidak masuk kantor. Padahal menurut korban, dirinya selalu hadir dan belum pernah absen. Sementara beberapa oknum honor lainnya yang jarang masuk kantor tidak diperlakukan serupa seperti dirinya.

Ironisnya, setelah 3 hari kejadian pemukulan hingga dilaporkan ke pihak kepolisian, korban menerima surat pemberhentian sebagai honorer dengan nomor 800/2324/K/2019 yang ditandantangani oleh Kadisporapar tertanggal 1 November 2019 yang isinya adalah keputusan Kadisporapar untuk memberhentikan dirinya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Parawisata (Kadisporapar) Kota Tanjungbalai Siman saat dikonfirmasi awak media menyatakan dirinya sudah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian terkait kasus pemukulan tersebut.

Lanjut Simon, sampai saat ini dirinya hanya dimintai keterangan bukan diperiksa. “Kalau ada yang memeriksa aku, kutuntut kembali,” terang Simon kepada awak media.

Tambahnya Kadisporapar dalam hal ini dirinya juga akan kembali menuntut OSS yang telah melaporkan dirinya.

Tapi karena masih banyak kegiatan jadi belum sempat dan S mengaku tidak ada memukul OSS. “Aku hanya menyuruh dia membuka helm, masa dalam kantor pakai helm. Makanya kupegang helmnya dan kusuruh buka,” tepisnya.

Menurut Simon, dalam kasus ini harus ada bukti visumnya baru bisa membuat laporan. Simon juga sempat lontarkan bahasa akan membalik atau menuntut awak media yang sedang mengkonfirmasinya karena tidak dapat menunjukkan bukti visum kepada dirinya. (ck04/rah)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button