Berita

Kadishub Siantar Esron Sinaga: Truk yang Langgar Aturan Harusnya Ditindak Satlantas

FaseBerita.ID – Masyarakat mengatakan, kebijakan pemerintah soal larangan truk memasuki inti kota dinilai masih setengah hati untuk menerapkannya.

Seperti yang disampaikan Ramot Pardede, salah seorang pengendara saat berbincang dengan wartawan di kawasan Jalan Merdeka, Selasa (25/2) siang.

Ramot Pardede mengatakan, personel Satlantas Polres Pematangsiantar hanya mampu menindak masyarakat kecil saja. Sementara truk yang masuk kota tidak ditindak.

“Dikit-dikit saya lihat razia dan razia terus. Maksudnya apa? Maunya truk-truk itu lah ditindak. Apakah karena mereka itu pengusaha makanya nggak ditangkap truknya,” ujar Ramot Pardede dengan kesal.

Menyikapi hal itu, Kadishub Siantar Esron Sinaga ditemui di depan ruang Sat Narkotika Polres Pematangsiantar beberapa waktu lalu mengatakan, truk yang bisa melewati inti kota tidak sembarangan, melainkan ada ketentuannya.

“Itu ada ketentuannya. Dinas Perhubungan cuma fasilitator saja. Kita juga nggak tau apakah ada izin isolus dari Lantas karena berhubungan dengan toko. Maka dari itu truk-truk itu bisa bebas beroperasi. Kan biasanya truk-truk seperti itu bertujuan untuk memenuhi kebutuhan toko,” beber Esron Sinaga.

Saat dipertanyakan apakah truk besar jenis Colt Diesel yang berkeliaran di inti kota melanggar aturan, Esron mengatakan bahwa hal itu tidak boleh.

“Itu melanggar aturan lah. Kan itu bisa membahayakan pengguna jalan dan bisa menyebabkan kecelakaan lalulintas,” kata Esron.

Dia berharap kepada pihak Satlantas Polres Siantar agar menindak truk-truk besar yang sudah melanggar aturan.

“Maunya ditindak sama pihak lantas lah,” ujarnya.

Amatan wartawan, ada beberapa truk bermuatan besar melewati inti kota. (Mag-03)

Universitas Simalungun  
Tags

Berita lainnya

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close