Berita

Kades Sukajadi Dituding Memperjual Belikan Surat Tanah

ASAHAN, FaseBerita.ID – Dituding bersebahat (turut serta) menjual belikan Surat Keterangan Tanah (SKT) yang tidak sah, Bisker Sinaga selaku Kepala Desa (Kades) Sukajadi, Kecamatan Meranti,  Kabupaten Asahan, terancam dipolisikan warganya.

Hal ini diungkapkan Parluhutan Samosir selaku korban dugaan penipuan oknum Kades Sukajadi kepada sejumlah awak media, di samping Markas Polisi Militer Kisaran, Sabtu (9/3). “Bisker Sinaga telah menganiaya keluarga saya dengan menjual aset kelurga kami berupa sebidang tanah seluas satu hektare, yang di atasnya ditanami ratusan pohon sawit di Dusun II Desa Suka Jadi pada Januari 2019 lalu. Surat saya terbit pada tahun 1997 dan telah dua kali ditandatangani Kades (Bisker Sinaga) dalam proses sewa-menyewa lahan pada tahun 2016 dan tahun 2017. Diduga ada kesepakatan jahat antara Kades dan penjual lahan berinisial GR, tanah itu dipindah tangankan tanpa izin saya,” ungkap Parluhutan.

Dia mengaku, telah berkoordinasi dengan pihak Polres Asahan terkait permasalahan ini. Dan, Parluhutan juga mengatakan, telah dilakukan mediasi oleh pihak pemerintah Kecamatan Meranti pada Februari 2019, namun hasilnya nihil sebab Bisker Sinaga tetap bersikukuh jika tanah yang dia jual bukan tanah milik Parluhutan. Masih menurut Parluhutan, anehnya objek tanah yang dia kuasai selama puluhan tahun dan taat membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB ) ini berada di Dusun II. Namun penandatanganan surat baru yang Kades terbitkan berada di Dusun IV (objek yang salah atau tidak sesuai dengan surat sebelumnya).

Hal senada dikatakan E Siregar selaku saksi kejadian penjualan tanah tersebut. Diterangkannya, peristiwa itu sudah berulangkali dilaporkan ke penegak hukum. Laporan pengerusakan tanaman di objek tanah yang sedang dilaporkan itu, menurutnya juga pernah dilaporkan ke penegak hukum. Sialnya, laporan belum menuai hasil.

Sementara, Kades Sukajadi  Bisker Sinaga saat dikonfirmasi melalui selularnya membantah memperjual belikan tanah atau surat tanah tidak sah.

“Saya tidak pernah menjual belikan tanah atau surat tanah tidak sah. Yang saya terbitkan surat baru, itu sudah sesuai prosedur. Tudingan Parluhutan itu ngawur, tidak ada tanah dia di desa saya. Saya tidak takut dilapor ke polisi, silahkan bawa polisi dan pengacara, saya siap 1000 persen. Lagipun, ngapain dia ngancam saya ke polisi sebab saya pun sudah diperiksa polisi kok,” kata Bisker Sinaga. (ck-01/ahu)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button