Berita

Kabut Asap Kiriman Selimuti Sibolga-Tapteng

TAPTENG, FaseBerita.ID – Wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Kota Sibolga sejak Senin (19/8) hingga Selasa (20/8/2019) mulai terlihat diselimuti kabut asap. Pihak BMKG Pinangsori, Tapteng, menyatakan hal itu dikarenakan asap kiriman dari luar daerah.

Kepala BMKG Pinangsori Ahmad Ubaedillah melalui Petugas Prakirawan BMKG Pinangsori Liberto Pardosi mengatakan, bahwa kabut asap yang terjadi di wilayah Tapteng dan Sibolga merupakan kabut asap kiriman.

“Mungkinlah (kiriman,red) karena arah anginkan dari tenggara arah angin kita,” ujar Liberto kepada wartawan.

Dijelaskannya, sesuai pantauan pihaknya di wilayah Sumatera Utara ada terdapat 2 titik api yang diduga pemicu terjadinya kabut asap. “Itu ada titik api di Sumatera utara, Kabupaten Padang Lawas, Kecamatan Huristak dan Kecamatan Barumun,” ucapnya.

Hingga saat ini, lanjut Liberto, kondisi jarak pandang akibat kabut asap yang terjadi saat ini diperkirakan 4-7 Km dan masi aman. “Sekitar 4-7 Kilometer,” katanya.

Meski demikian, kondisi jalur penerbangan di Bandara FL Tobing hingga saat ini dinyatakan masi aman dan tidak terganggu dengan kabut asap saat ini. “Titik jarak pandan aman untuk penerbangan 5 Kilometer,”ucapnya.

Waspada Gelombang Tinggi

Sementara itu Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini atas potensi terjadinya gelombang tinggi di sejumlah perairan di Indonesia, Selasa (20/8/2019).

Berdasarkan informasi yang disampaikan BMKG dalam laman www.BMKG.go.id, Senin, gelombang dengan ketinggian hingga mencapai 4,0 meter diperkirakan terjadi di wilayah perairan Bengkulu hingga Enggano.
Sementara di wilayah Samudera Hindia sebelah barat Bengkulu, gelombang tinggi diperkirakan mencapai 5,0 meter.

Di perairan Bali, gelombang dengan ketinggian mencapai 2,0 meter atau lebih diperkirakan terjadi di Laut Bali, Selat Bali, Selat Badung, Selat Lombok dan Samudera Hindia bagian selatan Bali.

Adapun gelombang tinggi juga berpotensi terjadi di perairan dekat Kalimantan Tengah dengan ketinggian 1,25-2,5 meter, serta di Laut Sawu Nusa Tenggara Timur dan perairan NTT bagian selatan hingga barat dengan ketinggian yang tidak disebutkan. (dh/ant/jpnn)

Unefa

Pascasarjana

Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close