Berita

Juni Hartono: Anak Bangsa Perlu Renungan Suci

Maknai HUT ke-75 Republik Indonesia

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID– Detik-detik Proklamasi 17 Agustus 2020, merupakan peringatan HUT ke-75 Republik Indonesia merupakan hari bersejarah bagi bangsa Indonesia.

Menurut Pangulu Mekar Sari Raya Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun, Juni Hartono, momen HUT ke-75 Kemerdekaan RI menjadi momen baik untuk anak-anak bangsa melakukan Renungan Suci dalam diri masing-masing.

Baik itu para pemimpin,para pejabat, para pengusaha, petani, wiraswasta dan seluruh Rakyat Indonesia melakukan renungan suci.

Karena sesunggunya salah satu hal yang terbaik di dalam diri itu adalah menasehati diri sendiri atau intropeksi diri sendiri untuk memperbaiki diri sendiri.

“Renungan suci ini kita tarik undur di dalam sejarah pejuangan rakyat Indonesia untuk mengapai kemerdekaan Republik Indonesia atau Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI). Kita semua akan berkata mustahil bila mana ada seseorang yang bisa rela korbankan nyawanya, rela korbankan istrinya jadi janda, rela korbankan anak-anak nya menjadi yatim piatu, demi masa depan orang lain. Dan ini semua sangat sulit ditemukan di jaman seperti saat ini,” kata Juni Hartono.

Namun, lanjut Juni, inilah tingkat pengabdian tertinggi bagi seorang manusia untuk mencapai sesuatu dengan mengorbankan segalanya demi masa depan generasi penerusnya. Merekalah yang disebut pejuang Pahlawan Kemerdekaan.

“Sebaik apa pun yang kita lakukan saat ini, belum lah sebanding dengan apa yang dilakukan para leluhur untuk kita anak-cucunya. Sungguh tidak lah dapat dibandingkan dengan apa pun, tingginya nilai nilai perjuangan para  leluhur bangsa Indonesia bagi rakyat Indonesia saat ini,” katanya.

‘Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada tanggal 28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta) yakni untuk bertanah air Indonesia,ber bangsa Indonesia,ber bahasa Indonesia, dengan perjuangan yg penuh pengorbanan akhirnya tercapai pada 17 Agustus 1945. Tercetus lah Proklamasi yg diserukan oleh Sukarno-Hatta,” ujarnya.

Dan sebagai dasar Negara Indonesia adalah Pancasila, jelas Juni. Harta,darah dan nyawa tak dapat di pisahkan dari  perjuangan para Leluhur untuk meraih semua ini.

“Bisa kah dari lubuk hati yang paling dalam kita melakukan Renungan Suci di dalam diri kita masing masing atas perjuangan para pahlawan kemerdekaan ini?

Bisakah sumpah pemuda itubenar-benar kita sumpahkan bahwa kita bertanah air satu, berbangsa satu, berbahasa satu.. Indonesia???

Mampuhkah kita tetap menjunjung Pancasila sebagai dasar negara oleh semua sebagai anak anak Bangsa?” ujarnya.

“Bertanyalah kita pada diri kita masing-masing. Tidak perlu semua ini kita limpahkan pertanyaan kepada orang lain. Ketuk hati tanya kepada nurani kita. Para pahlawan melakukan perjuangan untuk kemerdekaan bangsa Indonesia, para pahlawan telah membuat konsep yang cukup sempurna untuk keutuhan NKRI,” katanya.

“Ayo para generasi sebangsa dan setanah air, kita berjuang untuk Indonesia yg lebih baik lagi. Berbarengan kita sama-sama perbaiki diri untuk mental yang kuat,akhlak yang baik. Tetap lestarikan kebudayaan Indonesia yang kaya akan budayanya dari beribu-ribu suku dan budaya. Apa bila sudah berpendidikan dan berilmu, jangan pernah jadi orang lain. Jadilah diri sendiri yang bersuku Batak, Jawa, Padang, Minang, Aceh, Nias, Madura, Bali dan semua suku yang ada di Indonesia sesuai dengan leluhur kita masing-masing,” terangnya.

Bangga menjadi rakyat Indonesia

Bangga menjadi bangsa Indonesia.

Lestarikan alam yang subur ini di bumi Indonesia.

Indonesia pasti akan mencapai masa kejayaan dengan kesejateraan masyarakat yang aman, nyaman dan tenteram.

Gemakrifa lokjinawi.(fi)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button