Berita

Julpan Panggabean Ditemukan Tewas di Pinggir Aek Sitahuis: Wajah Luka, Kepala Berdarah

FaseBerita.ID – Warga dikejutkan temuan sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki di pinggiran sungai Aek Sitahuis dalam kondisi mengenaskan, Selasa (18/2) sekira pukul 14.00 WIB.

Belakangan diketahui, korban bernama Julpan Panggabean yang belakangan menetap di Lingkungan I Sitahuis, Kecamatan Sitahuis, Tapteng (Tapanuli Tengah).

Informasi dihimpun awak media ini, jasad Julpan pertama sekali ditemukan Basman Parulian Situmeang (45), warga Kelurahan Nauli, Kecamatan Sitahuis, yang saat itu sedang memancing di alur sungai Aek Sitahuis.

Saat asyik memancing, Basman curiga melihat tumpukan daun salam yang berada di pinggiran sungai. Merasa heran karena tidak melihat ada orang yang mengumpulkan daun salam, Basman kemudian mendekat.

Namun alangkah terkejutnya Basman, di samping tumpukan daun salam itu ada sesosok jasad pria dengan posisi terlungkup. Saat dilihat, kepala korban berlumuran darah dan ada luka di bagian wajah.

Basman juga sempat melihat kondisi korban yang sudah tidak bernafas lagi. “Dalam posisi telungkup dan tidak bernafas lagi. Bagian kepalanya mengeluarkan darah,” ujar Basman.

Selanjutnya Basman berlari dan memberitahukan apa yang dilihatnya kepada warga sekitar. Kabar itu kemudian sampai ke petugas kepolisian setempat. Selanjutnya warga didampingi Bripka Rindu Hutabarat langsung menuju lokasi penemuan mayat. Setelah melakukan oleh TKP, jasad Julpan dievakuasi ke Puskesmas terdekat untuk keperluan visum et revertum.

Kapolres Tapteng AKBP Sukamat melalui Kapolsek Pandan Iptu Zulkarnaen Pohan, membenarkan peristiwa penemuan mayat tersebut. Belum diketahui pasti penyebab kematian korban. Iptu Zulkarnain hanya menyebutkan jika pihaknya saat ini masih melakukan proses penyidikan. “Benar, sedang dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, korban ditemukan oleh pemancing,” tukasnya.

Sementara Lurah Sitahuis, Tulus Sianturi mengatakan bahwa korban Julpan Panggabean bukan merupakan warganya. Korban merupakan warga Kecamatan Sorkam yang dua tahun belakangan tinggal di tempat saudaranya di Kelurahan Sitahuis. Disebut-sebut korban mengalami prahara rumah tangga dan sudah tidak satu rumah dengan istrinya.

Saat ditanyakan alamat pasti korban di Kecamatan Sorkam, Tulus tidak mengetahui pasti. Namun ia mengatakan jika Kepala Lingkungan tempat korban tinggal sementara, sempat meminta korban untuk mengurus surat perpindahan.

“Pastinya saya tidak tahu. Namun semasih hidup, Kepling saya sempat meminta korban untuk mengurus surat pindah ke Sitahuis ini,” ungkapnya. (ztm)

Unefa

Pascasarjana

Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close