Berita

Jual Mobil Rentalan Ditangkap setelah Dua Tahun Buron

FaseBerita.ID – Polisi menangkap pelaku penggelapan mobil milik Wandri Meyrikson Tambunan (28). Adalah TTM (41) yang merental mobil jenis Toyota Avanza BA 1473 OA tersebut. Selain TTM, polisi juga mengamankan RF (42) yang turut membantu menjual mobil tersebut.

Menurut keterangan Kapolres Sibolga AKBP Triyadi melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin, mobil tersebut sebelumnya dirental TTM selama 5 hari, seharga Rp300.000 per hari. Mobil diserahkan di Jalan Eben Ezer, Kelurahan Aek Parombunan, Kecamatan Sibolga Selatan, Kamis (29/7/2017) sekira pukul 9.30 WIB.

Namun, hingga batas waktu yang dijanjikan, mobil tidak kunjung dikembalikan oleh warga Jalan Jati Arah Laut, Kelurahan Pancuran Dewa, Sibolga Sambas, tersebut. Nomor telepon genggamnya pun tidak bisa dihubungi lagi.

“Dirental selama 5 hari. Saat itu, TTM baru mengasih panjar Rp500 ribu. Setelah 5 hari, mobil tidak juga dikembalikan. Korban kemudian menghubungi TTM, tidak bisa. Wandri kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres,” kata Sormin, Sabtu (15/2).

Setelah menerima laporan, polisi melakukan penyelidikan dan diketahui kalau pelaku sudah meninggalkan Kota Sibolga. Dua tahun kemudian, tepatnya Selasa (4/2), polisi mendapat info kalau TTM sudah berada di Sibolga. Polisi langsung mencari tahu kebenaran info tersebut. Ternyata benar, polisi melihat TTM sedang berdiri di depan rumahnya dan langsung menangkapnya.

Kepada penyidik, TTM mengakui perbuatannya. Diterangkannya, setelah menerima mobil dari Wandri, TTM berangkat bersama keluarganya ke Medan. Di hari ke-3, karena butuh uang, timbul niat TTM untuk menggadaikan mobil tersebut.

Dia lantas menghubungi RF, warga Simpang Sei Bale, Batubara. Saat itu, RF mengaku tidak dapat mencarikan pinjaman. Namun, dia mengaku bisa mencari pembeli mobil tersebut.

“TTM menjelaskan kalau dia butuh uang Rp20 juta. Mobil itu sebagai jaminannya. RF menjelaskan, kalau mencari uang sebanyak itu, susah. Tapi, kalau mau dilepas, biar dicari,” ungkapnya.

Keesokan harinya TTM dihubungi RF yang mengaku telah mendapat pembelinya. Transaksi kemudian dilakukan di Hotel Antara Medan.

“TTM menerima uang sebesar Rp20 juta dari pembeli. Kemudian, dia menyerahkan kunci mobil tersebut. Dia lalu memberi Rp1 juta kepada RF, sebagai jasa dan ditransfer via bank,” terang Sormin.

Seminggu kemudian, TTM memboyong keluarganya ke Jakarta untuk menghilangkan jejak. “Setelah dua tahun, pada Agustus 2019, TTM dan keluarganya kembali ke Sibolga,” tukasnya.

Dari keterangan TTM, Polisi kemudian memancing RF yang kesehariannya berprofesi sebagai mekanik. Polisi menyuruh TTM untuk menghubungi RF dan pura-pura ingin ketemu. Polisi akhirnya berhasil menangkap RF dari sekitar rumahnya di Batubara.

“Jumat (7/2) sekira pukul 10.00 WIB, kita berhasil mengamankan RF. Saat itu dia sedang berdiri di pinggir jalan dekat rumahnya,” pungkasnya.

Keduanya kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di RTP Polres Sibolga. Kepada TTM dikenakan pasal 372. Sedangkan kepada RF dikenakan pasal 372 Jounto pasal 55 dan atau pasal 56 dari KUHPidana, dengan ancaman hukuman selama 4 tahun. (ts)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button