Berita

Jokowi Ungggul Semetara

JAKARTA, FaseBerita.ID – Data sementara perolehan suara calon presiden dan wakil presiden, Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, terus mengalami pergerakan.

Data yang ditampilkan pada Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU hingga Jumat (19/4) siang di https://pemilu2019.kpu.go.id/#/ppwp/hitung-suara/, menunjukkan pasangan Jokowi – Ma’ruf masih unggul atas Prabowo – Sandi.

Sebagaimana dilihat JPNN, Jumat (19/4) pukul 15.21, pasangan capres dan cawapres nomor urut 01, Jokowi – Kiai Ma’ruf sementara meraih  2.017.365 atau 55,18 persen suara yang sudah masuk. Sementara raihan sementara pasangan capres dan cawapres nomor urut 02, Prabowo – Sandi adalah 1.638.609 atau 44.82 persen.

Data itu berasal merupakan progress 19.239 atau 2,36 persen dari total 813.350 tempat pemungutan suara (TPS).

Berdasarkan data yang ditampilkan, Jokowi – Ma’ruf sementara ini unggul di beberapa provinsi. Demikian pula sebaliknya, Prabowo – Sandi juga sementara unggul di sejumlah provinsi di Indonesia.

Jokowi – Kiai Ma’ruf unggul sementara di Sumatera Utara, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur. Kemudian, Jokowi – Ma’ruf juga unggul di alimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua Papua Barat, Kalimantan Utara dan luar negeri.

Sementara itu, pasangan Prabowo – Sandi sementara ini unggul di Aceh, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Banten, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Gorontalo.

Jika Prabowo Menang, Siapa yang akan Bertanggung Jawab Atas Quick Count?

Koalisi Aktivis Masyarakat Anti Hoaks dan Korupsi (Kamahk) yang digawangi Eggy Sudjana melaporkan sejumlah lembaga survei atas hasil quick count Pilpres 2019.

Diketahui, sejumlah lembaga survei yang mendapat izin mengelurkan quick count pilpres dan juga pemilu 2019 mengeluarkan hasil bahwa Jokowi – Ma’ruf unggul dari Prabowo – Sandi.

Kuasa Hukum Kamahk Pitra Ramdhoni Nasution mengatakan hasil quick count itu kebenarannya tidak bisa dipertanggungjawabkan. Namun, sudah membingungkan masyarakat. ”Seakan-akan berpatokan ke quick count, kan harusnya real count,” paparnya.

Apalagi, quick count tersebut yang diambil dari dua ribu TPS ternyata hasilnya masih berbeda dengan data KPU. ”Karena itu kami minta ini diaudit,” jelasnya.

Dia menuturkan, bila ternyata yang menang ini Prabowo, siapa yang akan bertanggung jawab atas quick count tersebut. Padahal, selisih berapa persen saja itu sebenarnya sudah merupakan kebohongan publik. ”Kami sudah lapor secara tertulis,” ujarnya.

Sementara Wakil Ketua TKN Jokowi – Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding mengatakan, setiap orang memang punya hak untuk melaporkan. “Kalau BPN melaporkan, itu hak mereka. Nanti lihat hasilnya,” kata dia.

Pihaknya tidak melarang apa yang sudah dilakukan kubu paslon 02. Namun, kata dia, yang perlu dipahami adalah apa yang dilakukan lembaga survei dijamin undang-undang. Mereka melakukan survei sesuai dengan prosedur yang ada. Di era demokrasi modern, lanjut dia, aktivitas survei berkembang pesat. Di berbagai negara, survei hasil pemilu selalu dilakukan.

Politikus PKB itu mengimbau kepada masyarakat agar tidak bereaksi berlebihan dengan hasil quick count. Menurut dia, dalam kontestasi, kalah menang itu sudah biasa. “Jadi, biasa saja. jangan berlebihan,” papar dia. (idr/lum/boy/jpnn)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button