Berita

JMD Asahan Demo Kejari: Pak Jaksa, Usut Dugaan Korupsi Bansos Formi…

FaseBerita.ID – Puluhan massa yang tergabung dalam Jaringan Mahasiswa Demokrasi (JMD) Kabupaten Asahan menggelar aksi unjuk rasa damai ke kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Asahan, Senin (14/9) pagi.

Mereka meminta Kejari Asahan mebgusut dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Formi) Kabupaten Asahan senilai Rp1,5 miliar.

Ketua JMD Kabupaten Asahan, Ali Ibrahim Manurung menyebutkan dana bansos Formi dikucurkan awal tahun 2019 dengan jumlah Rp1,5 miliar.

“Kami juga sudah mengetahui dugaan penggelapan dana hibah Formi sudah dilaporkan April lalu ke Kejari Asahan. Namun hingga saat ini terhitung sudah enam bulan, kami belum mengetahui perkembangan kasus tersebut. Kami mempunyai data terkait LPj Formi yang kami duga di dalamnya sekitar 70 persen fiktif,” sebut Ali kepada wartawan.

Lebih lanjut Ali mengatakan, di dalam anggaran sebesar Rp1,5 miliar itu, diduga anggaran Formi hanya terealisasi sekitar Rp400 juta.

“Yang menjadi pertanyaan, sisa anggaran sebesar Rp1,1 miliar tidak jelas peruntukannya. Juga kami menemukan informasi Formi Kabupaten Asahan diduga hanya melaksanakan kegiatan di tujuh dari 25 kecamatan se-Kabupaten Asahan. Artinya, ada 18 kecamatan yang tidak melaksanakan kegiatan Formi,” terang Ali.

Karenanya, lanjut Ali, ia dan rekan-rekannya meminta hasil pemeriksaan oleh Kejari dan Inspektorat Kabupaten Asahan.

“Kami meminta Inspektorat Kabupaten Asahan segera menetapkan kerugian negara terkait dugaan penggelapan dana Formi tahun 2019. Juga kami meminta Inspektorat menetapkan waktu yang dibutuhkan dalam menangani dugaan kasus tersebut,” katanya.

Selain itu, Ali meminta Inspektorat Kabupaten Asahan memberikan keterangan tertulis kepada JMD dalam melakukan audit kerugian Negara.

“Dan meminta Kejari Asahan segera memberikan keterangan tertulis yang jelas terkait dugaan penggelapan dana Formi Kabupaten Asahan tahun 2019. Kami juga meminta Kejari segera menetapkan tersangka, karena kami menduga adanya campur tangan oknum anggota DPRD Asahan dalam penggelapan dana Formi 2019, meminta Inspektorat dan Kejari Asahan segera mengusut tuntas ke mana saja anggaran Formi tersebut disalurkan. Apabila tuntutan kami tidak terpenuhi, maka kami akan menggelar aksi yang lebih besar untuk mengawal kasus dugaan penggelapan dana hibah Formi Kabupaten Asahan tahun 2019,” tegas Ali.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Asahan, Aluwi melalui Kasi Intelijen Zulham Dams mengaku pihaknya sudah menerima laporan terkait dugaan kasus korupsi dana bansos Formi sebesar Rp1,5 miliar. Namun masih menunggu laporan penghitungan kerugian negara yang dilakukan Inspektorat, yaitu Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) Kabupaten Asahan.

“Laporan yang disampaikan sudah diterima dan sedang diproses. Kendalanya, pihak Kejari Asahan masih menunggu laporan dari APIP yang sampai saat ini sedang kami tunggu,” sebut Zulham saat menerima aspirasi massa JMD.

Setelah mendengar informasi tersebut, massa melanjutkan aksi di kantor Inspektorat Kabupaten Asahan. Namun massa sangat kecewa karena Kepala dan Sekretaris Inspektorat Kabupaten Asahan tidak berada di tempat. Massa pun berjanji akan melakukan aksi selanjutnya dengan massa yang lebih banyak apabila dugaan korupsi dana bansos Formi tidak dapat diselesaikan. (bay)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button