Berita

Jelang HUT RI ke-75 Tahun ini Tak Ada Rekrutmen Paskibra

FaseBerita.ID – Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten  Asahan Buwono Prawana menyampaikan rekrutmen Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) tahun 2020 resmi ditiadakan.

Hal ini sesuai Surat Edaran (SE) Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dengan no surat PP.00.00/4.9.1/E-II.1/IV/2020 tertanggal 9 April 2020 tentang pengiriman Dokumen Calon Paskibra Nasional 2020 harus mengacu pada Keputusan Presiden. Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Status Bencana non-alam Covid-19 sebagai Bencana Alam per tanggal 13 April.

Hal ini dinilai sebagai dampak pandemi Covid-19 yang masih berkepanjangan. Termasuk kegiatan kenegaraan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus mendatang yang rencananya akan digelar dalam situasi berbeda dan terbatas termasuk di Kabupaten Asahan yang besar kemungkinan tanpa perekrutan pasukan pengibar bendera (paskibra).

“Kemungkinan tidak ada perekrutan paskibraka tahun ini, karena kondisi pandemi COVID-19,” tegas Buwono Prawana kepada wartawan, Rabu (8/7).

Terkait dengan pelaksanaan upacara peringatan HUT RI yang biasanya dimeriahkan dengan pengibaran bendera dan formasi, Buwono menyebutkan akan tetap dilakukan dengan protokol kesehatan. Namun kemungkinan petugas pengibar bendera hanya tiga orang saja, ditambah satu orang cadangan.

Untuk itu, dikatakannya besar kemungkinan Disporapar sampai saat ini memang tidak ada melakukan rekrut calon peserta Paskibra sebagaimana yang dilaksanakan setiap tahunnya.

“Kita lihat nanti mekanismenya, dari mana pengibar bendera. Bisa dari TNI atau paskibraka yang lama,” ungkap Buwono, sembari mengatakan rangkaian kegiatan akan banyak di tiadakan.

Sementara itu informasi dikutip dari sekretariat  Presiden, puncak peringatan hari kemerdekaan berupa upacara bendera tetap ada. Namun, dilakukan dalam format baru. Tidak ada lagi peserta dan undangan upacara karena semua dibatasi.

’’Jadi yang di istana itu adalah bapak presiden beserta ibu, pak wapres beserta ibu, dan seluruh pejabat yang hanya ada tugasnya,’’ terang Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono.

Dalam arti, para petugas upacara seperti pembaca teks proklamasi yang biasanya dilakukan bergantian tiap tahun antara Ketua MPR, DPR, dan DPD. Atau pembaca doa yang biasanya dilakukan menteri Agama. Ditambah dengan Panglima TNI dan Kapolri. Merekalah yang akan hadir mengikuti upacara di halaman Istana Merdeka.

Untuk itu tahun ini di Kemenpora juga tidak mengadakan seleksi paskibraka nasional. Pengibar bendera untuk upacara tahun ini diambil dari pasukan cadangan paskibraka 2019. Jalannya upacara tetap dilakukan dari kediaman masing-masing alias secara virtual.

Masyarakat tidak akan diundang demi mematuhi protokol kesehatan yang masih melarang adanya kegiatan berkumpul. (per/rah)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button