Berita

Jeka Saragih Juara Abadi, Ingin Bawa Gotong go Internasional

FaseBerita.ID – Jeka Asparido Saragih, juara abadi kelas 70 Kg MMA One Pride, disambut histeris masyarakat Siantar dan Kabupaten Simalungun, Sabtu (10/8/2019).

Jeka disambut langsung dari Bandara Kuala Namu oleh rombongan dari Siantar-Simalungun, diantaranya Ketua DPRD Simalungun Johalim Purba, Caleg Terpilih DPRD SU Partai Demokrat Saut Bangkit Purba serta sejumlah warga yang sangat antusias atas prestasi anak Bah Pasussang, Nagori Siporkas, Kecamatan Raya ini.

Di Siantar, Jeka dan rombongan singgah dan mendapat penyambutan di pelataran RS Vita Insani, Sabtu (10/8) sore.

Di pelataran parkir tersebut telah disiapkan tenda dan kursi untuk acara sederhana penyambutan Jeka Saragih. Dr Sarmedi Purba dan Dr Alvin Hoza dari pihak management RS Vita Insani tampak mengenakan pakaian adat Simalungun.

Sementara tim penari dari Simalungun bersama dihar Simalungun juga ikut serta menyambut kedatangan Jeka Saragih.

Dengan membawa sabuk juaranya, Jeka langsung diserbu masyarakat untuk foto bersama. Satu persatu masyarakat termasuk keluarga pasien di rumah sakit tersebut silih berganti untuk berfoto ria dengan Jeka.

Sekitar satu jam di pelataran rumah sakit tersebut, Jeka dan rombongan terlebih dulu konvoi keliling Siantar dan melanjutkan perjalanan ke Pamatang Raya untuk acara syukuran. Di sana diadakan acara acara bersama masyarakat sebagai bentuk rasa syukur atas kerja keras Jeka yang telah memenangkan MMA One Pride dan membawa harum nama Simalungun.

Kepada media ini, Dr Sarmedi Purba menyampaikan bahwa pihaknya sengaja membuat acara sederhana penyambutan Jeka Saragih di pelataran rumah sakit.

“Rumah sakit Vita Insani ini adalah rumah sakit masyarakat Simalungun. Jeka Saragih adalah warga Simalungun. Jadi sepantasnyalah kita menyambutnya dengan hangat,” katanya.

Dr Sarmedi Purba juga mengapresiasi Jeka Saragih yang telah mengharumkan nama Simalungun di tingkat nasional. Sehingga diharapkan Jeka Saragih dapat melaju di tingkat Internasional.

“Jaga kesehatan, tetap rendah hati. Supaya tetap bisa mempertahankan prestasi,” kata Sarmedi.

“Kita berharap masyarakat Simalungun apapun bidangnya agar tetap bekerja keras untuk mencapai prestasi,” kata Sarmedi.

**Jeka Saragih Mengaku Sedih

Jeka Saragih, juara bertahan di kelas Light Weight MMA One Pride didampingi Pelatihnya, Agung pulang kampung (Pulkam) disambut orangtuanya Jeplin Saragih dan masyarakat di Balai Pertemuan Pematang Raya, Kabupaten Simalungun, Sabtu (10/8/2019) sekira Pukul 15.00 WIB.

Tampak Jeka Saragih memakai gotong Simalungun dan menerima kalung bunga dari tokoh masyarakat Pematang Raya, Bogel Saragih.

Jeka Saragih berterimakasih kepada masyarakat Simalungun yang tetap memberikan dukungan dan menerangkan kemungkinan bulan September, Jeka akan bertanding Super Fight International di Jakarta.

“Kemungkinan September aku bakal bertanding Super Fight Internasional di Jakarta, tapi lawan belum dapat karena pak Agung masih mengecek Whelter TV One untuk melawan orang luar,” ujarnya.

Masih Jeka Saragih memaparkan baru-baru ini beliau membawa nama harum Simalungun di Kejurda Sumut pada bela diri Wushu tapi ia merasa sedih tidak ada dibantu oleh Pemkab Simalungun.

“Aku sangat sedih, aku diongkosin oleh Pak Agung dari Bandung untuk berangkat bertanding membawa nama Simalungun karena tidak ada diongkosi oleh Pemkab Simalungun,”sebutnya.

Sambung Jeka Saragih bahwa Pak Agunglah yang mengongkosnya Pulang Pergi (PP) 4 kali sampai dapat medali untuk utusan Sumut untuk Pra PON di Bangka Belitung.

“Bahkan untuk latihan sesi Pelatda tetap juga pak Agung yang mengongkosi dari Bandung karena tidak ada dana dari Kabupaten Simalungun.Tapi itu tidak saya permasalahkan tapi aku merasa Putra Simalungun wajib dan harus membanggakan Simalungun untuk kancah internasional,” semangatnya.

Diceritakannya, Jeka Saragih berangkat tanggal 20 Juli untuk bertanding di Bangka Belitung, pertandingan pertama melawan atlet Platnas, mulai babak penyisihan menang, masuk delapan besar juga menang, trus semi final menang sampai mendapatkan medali emas.

“Kemungkinan tahun 2020 aku akan bertanding membawa nama Simalungun, utusan Sumut PON di Papua, memang perjuangan sangat ekstrim karena ketika aku bertanding di bangka Belitung berangkat ke Bandung tetap pak Agung yang ongkosin,”ungkapnya.

Lanjut cerita Jeka Saragih, ia berangkat ke Bandung untuk pertandingan mempertahankan gelar, di sana ia masih sakit pinggang sampai tidak bisa berjalan, sampai pak Agung menyarankan agar jangan dipaksa kalau tidak bisa bertanding dan beristirahat dulu.

“Waktu yang diberikan untuk terapi tiga bulan tapi dipercepat menjadi tiga hari, aku tidak suka direndahkan oleh senior saya sampai sempat bawa nama suku, saya tidak suka ada satu orang menjelek-jelekkan suku saya terlebih suku Simalungun,” ucapnya.

Baca juga: Jeka Saragih Sang Juara Pulang Kampung, Disambut Meriah di RS Vita Insani

Menurut Jeka Saragih melanjutkan pertandingan kemarin bukan karena emosi tapi selaku Putra Simalungun akan membuktikan bertanding membawa nama harum Simalungun.

Ditambahkannya, bahwa selama ini ia mendapat dukungan dari Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (Himapsi) dan berharap gotong Simalungun itu sampai dikenal di internasional.

“Himapsi memang sangat luar biasa dukungannya samaku oleh karena itu kami ada keinginan untuk tim Satria Negara Fighting Camp Bandung untuk tahun depan go international, semoga dapat tercapai bisa menjadi juara supaya lebih jelas gotong Simalungun terlihat di internasional,”pungkasnya. (mag05/pra)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker