Berita

Jatah Pupuk Subsidi 2019 Habis, Petani Simalungun Terancam Gagal Panen

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Para petani di Kabupaten Simalungun terancam tidak menanam di musim tanam Oktober- Desember 2019, karena pupuk subsidi tidak tersedia. Para petani, terutama petani padi, mulai bulan Oktober seharusnya sudah musim tanam.

Walau 4.618 kelompok tani se-Kabupaten Simalungun sudah membuat Rencana Defenitif kebutuhan Kelompok (RDKK), tetapi kecil kemungkinan pupuk subsidi direalisasikan tahun ini. Sementara pupuk subsidi jenis Urea, ZA, SP36, Ponska dan Petroganik, sudah tidak tersedia di kios pupuk 3 bulan terakhir.

“Tiga bulan ini pupuk bersubsidi langka, kami mohon kepada Pemerintah Kabupaten Simalungun supaya segera diturunkan. Tolonglah pak, perhatikan kami, kami bisa bertahan hidup karena bertani padi ini, kalau pupuk tidak ada, terjadilah gagal panen, apalah mau dimakan pak,” ucap R Br Sitio, ibu empat anak, warga Kecamatan Sidamanik.

Sementara Kadis Pertanian Kabupaten Simalungun, Ruslan Sitepu , saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Kamis (10/10/2019) sekira pukul 14.00 WIB, membenarkan kelangkaan pupuk subsidi tersebut.

“Bukan hanya di Simalungun saja pupuk subsidi langka, memang di Sumatera Utara sudah 2 bulan langka. Kita sudah usulkan penambahan kepada Dinas Pertanian Provinsi,” sebutnya.

Lanjut Ruslan Sitepu menegaskan tidak ada permainan distributor, tetapi memang pupuk kosong, Ia berharap agar Dinas Pertanian Provinsi Sumut segera mengalokasikan penambahan pupuk khusus di Kabupaten Simalungun berhubung Kabupaten Simalungun sedang berlangsung musim tanam padi sawah.

“Syarat pengusulan penambahan pupuk sudah lengkap ke provinsi, kita mohon segera dialokasikan penambahan yang kita butuhkan berhubung Kabupaten Simalungun, pada bulan Oktober ini sedang berlangsung musim tanam padi sawah,” harapnya.

Saat ditanyai jumlah alokasi Pupuk Subsidi di Simalungun, Ruslan Sitepu menjabarkan alokasi pupuk urea di Simalungun sebanyak 12,595 ton, sudah terealisasi sebanyak 12,569,35 ton, setara 99 persen. Sisa alokasi hanya 25,65 ton lagi.

Tetapi sebanyak 3.945 ton pupuk SP36 untuk Kabupaten Simalungun, sudah terealisasai 100 persen.

Sementara alokasi pupuk ZA sebanyak 3.815 ton, yang sudah terealisasi sebanyak 3.774,5 ton, setara 98,94 persen, sisa tinggal 40,50 ton lagi.

Untuk alokasi pupuk Ponska untuk Kabupaten Simalungun sebanyak 10.089 ton, realisasi 9.901,50 ton setara 98,19 persen, sisa alokasi tinggal 187,50 ton lagi.

“Sedangkan pupuk Petroganik dialokasikan sebanyak 2.176 ton, terealisasi 2.132,20 ton, setara 97,99 persen, sisa 43,8 ton,” paparnya. (mag-05)

Unefa

Pascasarjana

Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close