Berita

Jangan Pakai Perhiasan Mencolok

FaseBerita.ID – Keresahan masyarakat Asahan terhadap berbagai kriminal perlahan mulai terungkap. Selain mengamankan dua pelaku spesialis bongkar rumah, kali ini polisi mengamankan pelaku jambret yang baru-baru ini baru beraksi.

Pelaku selama ini kerap beraksi di sejumlah kawasan di Kabupaten Asahan, dan kini mendekam di sel tahanan Polres Asahan.

Pelaku dibekuk petugas gabungan Satuan Reskrim Polres Asahan dan Polsek Kota Kisaran pada tanggal 1 Maret lalu. Aksi keduanya sempat membuat masyarakat resah dan takut.

Berdasarkan data yang dihimpun di Polres Asahan, kedua pelaku masing-masing bernama Irfan Hasibuan (29) dan Hendri Putra (31).

Tersangka Irfan terlibat sebagai penadah dalam kasus pemerasan yang terjadi di kawasan Jalan Pabrik Benang Kecamatan Kisaran Barat 16 Februari 2019 lalu.

Begini kronologisnya, saat itu, pelaku bersama dua rekannya (DPO) mendatangi korban dan memaksa agar menyerahkan dompetnya. Oleh korban menolak. Namun pelaku mengambil paksa handphone korban, kemudian melarikan diri.

Personel gabungan Polsek Kota Kisaran dan Satuan Reskrim Polres Asahan yang melakukan penyelidikan, meringkus tersangka Irfan di kawasan Jalan SM Raja Kecamatan Kisaran Barat, Asahan. Petugas kemudian melakukan pengembangan ke rumah tersangka dan menemukan satu unit handphone merek OPPO hasil kejahatan.

Irfan mengaku membeli handphone tersebut dari kedua temannya (tersangka, red), karena ingin memiliki smartphone untuk digunakan sehari-hari.

Sementara Hendri Putra (31), kasus lain, merupakan pelaku jambret terhadap seorang ibu rumah tangga di kawasan Jalan Besar Sei Renggas Kelurahan Sei Renggas Kecamatan Kisaran Barat Kabupaten Asahan, Sabtu (2/3) lalu. Korban kehilangan uang sebesar Rp7,5 juta yang diambil pelaku dari dasbor sepedamotor korban.

Polisi yang menerima laporan langsung melakukan penyelidikan dan meringkus tersangka Hendri di rumahnya Jalan Suluk Kelurahan Mutiara, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Aswhan.

Saat di interogasi pelaku tidak mengakui perbuatannya. Namun saat melakukan penggeledahan di rumahnya, polisi menemukan sebuah kotak kecil warna hitam yang berisi satu klip plastik bening yang diduga narkotika jenis sabu-sabu. Pelaku dan barang bukti kemudian diamankan ke Polsek Kota Kisaran.

Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu saat menggelar temu pers di Mapolres Asahan mengatakan penangkapan tersangka jambret dan pemerasan ini untuk menjawab keresahan masyarakat Asahan atas isu-isu bahwa Asahan tidak aman.

“Kita akan memberikan rasa aman kepada masyarakat. Saya ‘Warning’ semua pelaku kejahatan agar tidak beraksi di wilayah hukum Polres Asahan. Kami tidak akan segan-segan melakukan tindakan tegas dan terukur kepada para pelaku kejahatan,” tegas orang nomor satu di Polres Asahan tersebut saat menggelar konfrensi pers di Polres Asahan didampingi Kabag Ops Polres Asahan Kompol Marludin, Kasat Reskrim AKP Ricky Pripurna Atmaja, Kasubbag Humas Iptu Sahat Siahaan dan Kanit Pidum Ipda Khomaini, Selasa (5/3).

Mantan Kasubdit III/ Jatanras Ditreskrimum Polda Sumatera Utara ini juga mengimbau masyarakat agar jangan memakai perhiasan yang mencolok dan membawa uang dalam jumlah banyak jika bepergian sendiri.

“Jika ada warga yang hendak bepergian sendiri, saya harap jangan memakai perhiasan yang mencolok. Jika membawa uang dalam jumlah banyak hendaknya membawa teman, jangan sendirian. Jika ada orang yang dicurigai, cepat laporkan kepada kami agar segera ditindaklanjuti,” pesan Faisal.

Faisal mengaku bahwa ia sudah mengantongi identitas para pelaku kasus itu dan akan segera menangkapnya.

“Saya imbau kepada para pelaku pemerasan agar segera menyerahkan diri ke kantor Polisi, karena identitasnya sudah kami ketahui. Cepat atau lambat pasti akan kami tangkap,” tegas Kapolres. (Bay)





Back to top button