Berita

Jalin Kerjasama dengan IKAI Lapas Narkotika Raya Rehabilitas Warga Binaan

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Kurang lebih enam bulan Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Klas IIA Pematangraya bekerjasama dengan Ikatan Konselor Adiksi Indonesia (IKAI) melakukan rehabilitasi secara sosial maupun medis terhadap warga binaan di lapas yang saat ini dihuni 723 narapidana yang tersangkut tindak pidana narkotika.

Hal tersebut diunglap Kalapas Narkotika Klas IIA Pematangraya EP Prayer Manik saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (23/1). Di hadapan para awak media usai melakukan apel deklarasi resolusi kemasyarakatan tahun 2020 yang dilaksanakan di lapangan Lapas yang dipimpinya saat ini.

Ia mengatakan, dalam deklarasi resolusi ini ada 15 poin yang dibacakan. Di antaranya adalah rehabilitasi warga binaan. Dan salah satunya yang dilaksanakan saat dengan menjalin kerjasama Ikatan Konselor Adiksi Indonesia (IKAI) melakukan rehabilitasi secara sosial maupun medis terhadap warga binaannya.

“Selain itu, dalam program itu target kita adalah kita harus mencapai Wilayah Bebas Korupsi (WBK), rehabilitasi warga binaan, lapas produksi, memberikan program integrasi seperti CB, PB dan CMB. Intinya ada 15 deklarasi yang akan kita capai. Saat ini, kita sudah melaksanakan rehabilitasi terhadap warga binaan dan bekerja sama dengan IKAI,” katanya.

Sementara itu, Daniel Peranginangin, salah seorang konselor dari IKAI yang ditemui disela-sela rehabilitasi sosial menyebutkan, rehabilitasi yang diberikan berupa penyadaran terhadap warga binaan bahwa apa yang mereka lakukan itu salah serta membangun kembali kepercayaan diri warga binaan.

“Para konselor merupakan mantan pengguna narkoba, jadi kami ini dirancang untuk menjadi contoh yang sukses memerangi narkoba. Dan, kita ingin membangun mindset kepada warga binaan agar apa yang mereka lakukan itu salah. Dan, bila nanti warga binaan kembali ke masyarakat warga binaan ini bisa mengenalkan tentang bahaya narkoba serta apa yang dirasakannya sewaktu selama proses hukuman,” sebut pria bertubuh tambun ini.

Ia juga menyebutkan, selain rehabilitasi secara terbuka, pihaknya juga melakukan rehabilitasi secara individu.

“Kita ubah emosional, pola pikir dan perilaku warga binaan. Mereka rata-rata terpengaruh narkoba karena lingkungan tempat tinggal. Jadi setelah kita berikan penjelasan, mereka juga bisa memerangi narkoba,” katanya seraya mengatakan kegiatan rehabilitasi ini dilaksanakan selama 6 bulan dan dilakukan setiap hari.

Ditambahkan Daniel, saat ini dalam kegiatannya untuk di Provinsi Sumatera Utara, IKAI melaksanakan konselor IKAI hanya di 4 Lapas yang ada di Sumatera Utara yang salah satunya di Lapas Narkotika Klas IIA Pematangraya ini,” tandasnya. (adi)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button