Berita

Jalan Rusak, Mobil Anggota DPRD Paluta Masuk Jurang

Haruskah Menunggu Korban Lebih Banyak?

FaseBerita.ID – Mobil Fortuner yang kemudikan Taripar Laut Harahap, anggota DPRD Padang Lawas Utara (Paluta) masuk jurang di Desa Padang Bujur, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Senin (4/11/2019) sore menjelang malam.

Taripar Laut Harahap mengaku tidak menyangka kecelakaan itu terjadi. Pasalnya, lokasi jatuhnya mobil dengan plat BK 1485 JC yang dikemudikannya itu, merupakan lintasan yang sering ia lalui.

“Ketika di tanjakan hendak menuju SMA Negeri 2 Plus Sipirok ada mobil masuk dari arah berlawanan. Karena kondisi jalannya sempit lagi rusak, saya berupaya meminggir mobil dan ternyata sudah jurang,” jelasnya, Selasa (5/11/2019).

Menurut dia, jurang itu cukup dalam, lebih 20 meter. Bahkan dia beserta istri dan anaknya menyadari betul ketika mobil berguling-guling hingga ke dasar jurang yang di bawahnya terdapat persawahan serta air mengalir.

“Ada lebih lima kali mobil yang kami tompangi berguling dari atas hingga akhirnya mobil berhenti dengan posisi tegak kembali di dasar jurang itu,” sebutnya.

Luat menjelaskan, ia datang dari Gunung Tua hendak mengantarkan putranya Gaga Pratama yang bersekolah di SMAN 2 Plus Sipirok. Saat itu, ada lima penumpang di dalam mobil naas saat kejadian pada Senin (4/11/2019) sore, yakni Taripar Laut berserta istri dan ketiga anaknya yang keseluruhannya selamat dari maut.

Menurut dia, ruas jalan itu sudah pantas menjadi perhatian pemerintah daerah. Selain kondisi jalan sempit, juga sejumlah bahu jalannya terancam abrasi.

“Apabila tidak ditangani segera, saya khawatir lama kelamaaan longsor yang sudah memakan sebagian badan jalan ini akan semakin parah bahkan akses jalan dari dan ke lokasi SMAN 2 Plus Sipirok bisa-bisa terancam putus total,” ujarnya.

Dia menyatakan mobil yang nyungsep ke jurang tersebut mengalami kerusakan atau penyot pada bagian depan dan samping bodi mobil dan sebagian besar kaca kaca mobil tersebut juga pecah.

Pantauan Metro Tabagsel Selasa (5/11/2019), mobil naas tersebut, masih berada di dasar jurang, tepatnya di badan aliran anak sungai, pinggir sawah warga.

Warga dan anak sekolah yang melintas pun menyempatkan diri menyaksikan mobil yang berada di dalam jurang.

“Sangat membahayakan, tetapi tak ada perhatian pemerintah selama ini. Haruskah ditunggu korban yang lebih banyak,” ungkap Pasaribu (50), salah seorang warga yang ikut menyaksikan mobil masuk jurang tersebut.

Diutarakannya, kondisi jalan ini, sudah sepuluh tahun terakhir terus mengancam. Padahal, suasana jalannya relatif sibuk dan ramai dilalui kendaraan. Pasalnya, di ujung jalan selain ada perkampungan, juga ada 1 SD dan 3 SMA.

“Badan jalannya sudah berliang, karena longsor. Kondisinya sempit. Sudah sering sepeda motor terjungkal di sini. Sekitar 7 tahun lalu, juga pernah mobil Taft masung ke dalam jurang yang sama, teapi hingga saat ini belum diperbaiki,” ungkapnya.

Tanggapan serupa juga disampaikan oleh warga yang lain. “Kita sebagai warga sangat berharap agar pemerintah, menuntaskan pembangunan jalan yang sangat rawan ini. Apalagi diujung jalan ada ribuan anak sekolah, yang merpakan generasi bangsa menuntut ilmu. Artinya, Pemkab Tapsel jangan membiarkan anak-anak sekolah tersebut, terus dalam ancaman dengan kondisi jalan ini,” ungkap Akhiruddin Harahap (45) salah seorang pengguna jalan. (ran/int)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close