Berita

Jalan Penghubung Kabupaten Asahan-Simalungun Terancam Putus

Belum Ada Tanda Perbaikan, Pemuda Desa Pasang Rambu Bahaya Longsor

ASAHAN, FaseBerita.ID – Hampir satu bulan lamanya badan jalan tergerus longsor di jalan lintas yang menghubungkan antara Kabupaten Asahan dengan Simalungun, tepatnya di Km 50-51 Dusun I Desa Huta Padang, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge,  terancam putus.

Saat ini, kondisi badan jalan yang berseberangan dengan jurang curam itu hanya menyisakan setengahnya saja, dan langsung menembus palung jurang di kedalaman lebih dari 15 meter. Melihat hal ini, membuat inisiatif warga desa setempat untuk membuat tanda dan imbauan kepada pengendara.

“Ini inisiatif kami anak desa sini, untuk membuat penanda beberapa belas meter sebelum daerah longsor ini. Tujuannya agar pengendara yang lewat sini tidak terjebak dan mereka bisa lebih waspada,” kata Hendrianto Sirait kepada wartawan, Minggu (3/11/2019) sore.

Dengan alat seadanya seperti ban bekas, kaleng cat, dan tali, mereka memasangi penanda agar terlihat dari kejauhan bagi pengendara dan bisa berhati hati atau minimal memperlambat laju kendaraan di jalan perlintasan yang diketahui wewenang provinsi Sumatera Utara, ini.

“Padahal sekitar seminggu yang lalu, di sini longsornya cuma sampai batas bibir jalan. Ini sudah hampir makan setengah badan jalan. Kami khawatir kalau tak cepat diatasi oleh pihak Bina Marga Provinsi Sumut jalan ini bisa putus,” ucap Sirait yang juga merupakan ketua Ormas Pekat IB Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, ini.

“Mudah-mudahan dengan apa yang kami buat ini, masyarakat dan pengendara yang lewat sini menjadi berhati hati. Ini untuk antisipasi juga, kasian kalau orang lewat dan mereka terjebak di jalanan longsor ini apalagi sampai masuk ke jurang yang kita saksikan itu dalamnya sampai puluhan meter,” sebutnya.

Apalagi, saat ini curah hujan cukup tinggi di wilayah Asahan dan sekitarnya. Perlu diketahui kalau jalan ini putus maka hubungan lintas komunikasi darat antara Kecamatan Bandar Pasir Mandoge menuju Siantar-Simalungun akan putus total karena tidak ada jalan alternatif.

Sementara itu, produksi kelapa sawit milik kebun warga maupun PTPN Sei Kopas diolah di Pabrik Kelapa Sawit di Mandoge. Masyarakat yang mengandalkan sektor perkebunan untuk menjual hasil pertaniannya juga bakal terancam jika jalur ini putus. “Kami harapkan dengan bantuan pemberitaan ini bisa secepat mungkin ada tindakan dari Bina Marga Provinsi,” ucapnya. (per/ahu)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close