Berita

Jalan Menuju Markas Sisingamangaraja XII, Amblas

HUMBAHAS, FaseBerita.ID – Ruas Jalan Parlilitan menuju Batu Gajah tepatnya di jalan Sion, Desa Sihotang Hasugian Tonga, Kecamatan Parlilitan, Humbahas sudah lama amblas tergerus air. Warga sangat berharap pemerintah segera melakukan perbaikan.

Selain itu, seringnya dilintasi  kendaraan over dimensi dan over tonase membuat kerusakan jalan yang berada persis di persimpangan jalan menuju situs sejarah Markas Raja Sisingamangaraja XII di Sionom Hudon Sibulbulon itu semakin hari bertambah parah. Posisi jalan menanjak tajam dan persimpangan membuat pengguna jalan kesulitan melintas. Selain itu, tidak ada tanda atau rambu di lokasi. Sehingga sering luput dari penglihatan membuat lobang (Jalan amblas) itu mirip jebakan.

Ditambah lagi dengan ulah oknum yang tidak bertanggungjawab menumpuk tanah timbun hingga mengenai badan jalan, melengkapi sulit dan riskannya melintas di jalan menuju wisata sejarah tersebut.

Bontor Maharaja (53), warga setempat mengatakan kalau jalan itu sudah lama amblas, tapi sepertinya belum ada upaya dari pihak terkait untuk memperbaiki.

Ditambahkannya bahwa di lokasi tadi sudah sering terjadi kecelakaan meskipun tidak sampai menelan korban jiwa.

“Sudah sering. Ada kreta (sepedamotor) yang nyungsep ke parit. Ada pula ikut orangnya. Bahkan bus Opranto yang sehari-harinya mengangkut anak sekolah dari Sibulbulon, pernah terperosok di sana,” terang Bontor, Minggu (13/10/2019).

Bontor berharap pemerintah, melalui dinas terkait dapat segera menangani jalan rusak tersebut.

“Selain untuk kelancaran lalulintas hal itu juga akan menghindari resiko korban kecelakaan lebih banyak lagi,” ucapnya.

Senada disampaikan Penan Hasugian, salahsatu tokoh masyarakat di daerah itu. Dia mengatakan bahwa pemeliharaan jalan tersebut memang merupakan kewenangan permerintah provinsi. Namun, menurut dia, Pemkab Humbahas juga harus andil.

Paling  tidak memberitahukan dan mendesak pemprovsu agar segera melakukan perbaikan.

“Kita lihat sekarang, jangankan perbaikan, membuat tanda saja pun, tak mau. Apa harus menunggu ada korban jiwa dulu, baru ditangani?” Ketus Penan. (sht/osi)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button