Berita

Jaga Elektabilitas, Golkar Pecat Bowo Sidik Pangarso

FaseBerita.ID – Partai berlambang pohon beringin langsung secara resmi melakukan pemecatan terhadap Bowo Sidik Pangarso. Meski pun kader Golkar yang duduk di Komisi VI DPR itu belum ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Golkar Lodewijk Freidrich Paulus mengatakan, alasan melakukan pemecatan terhadap Bowo Sidik Pangarso, karena partai berlogo beringin ini tidak ingin elektabilitasnya terganggu.

“Tentunya kita tak ingin sebagai kader Partai Golkar itu terpengaruh sehingga tadi malam kami langsung mengambil langkah-langkah antisipasi,” ujar Lodewijk di DPP Golkar, Jakarta, Kamis (28/3).

Posisi Bowo Sidik kini digantikan oleh Nusron Wahid sebagai Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Jawa Tengah I. Sehingga, Nurson saat ini rangkap jabatan. Karena dia juga menjabat sebagai Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Jawa dan Kalimantan.

“Ada ketua pemenangan pemilu Jawa Kalimantan, Pak Nusron Wahid, tadi malam beliau sudah dipanggil oleh ketua umum dan telah diberi arahan,” katanya.

Sementara mengenai pergantian posisi Bowo Sidik di DPR. Golkar tidak akan melakukan pergantian. Alasannya karena masa pergantian Anggota DPR sudah lewat.

“Jadi tentunya Partai Golkar enggak akan lakukan pergantian di DPR,” pungkasnya.

Sebelumnya, Tim penindakan KPK menangkap anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso dalam rangkaian OTT erkait dugaan suap distribusi pupuk. Bowo diciduk Kamis (28/3) dini hari.

Bowo ditangkap bersama tujuh orang lain, di antaranya dari jajaran direksi PT Pupuk Indonesia dan pihak PT Humpuss Intermoda Transportasi (HITS).

Bowo merupakan anggota dewan periode 2014-2019 yang menduduki Komisi VI DPR. Melihat Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diakses dari laman KPK, Bowo memiliki kekayaan sejumlah Rp10,4 miliar yang terdiri dari harta tidak bergerak dan bergerak.‎ (jp/fi)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button