Berita

Istri Uwan Damanik Minta Pelaku Dihukum Berat

Karena Dia, 2 Anakku tak Punya Bapak

SIANTAR, FaseBerita.ID – Terkuak sudah siapa pelaku pembunuhan terhadap Vicky Erwanto Damanik alias Uwan (35) di Jalan Cokroaminoto Pematangsiantar, Sabtu (28/9/2019) dini hari lalu. Pelakunya, Suheri Sihombing (28) warga Jalan Pane, Kelurahan Kebun Sayur, Kecamatan Siantar Timur. Suheri yang kerap disapa Magel itu ditangkap di Jalan Merdeka, di dekat Gedung Olahraga (GOR) Pematangsiantar, Selasa (1/10/2019) sore.

Keluarga korban yang dihubungi, Kamis (3/10) mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polres Pematangsiantar yang telah mengungkap kasus pembunuhan tersebut. Mereka pun berharap pelaku dihukum seberat-beratnya karena akibat perbuatannya, dua anak berusia di bawah lima tahun (balita) harus kehilangan bapaknya.

“Kalau bisa dihukum mati. Suami saya sudah ditikami sampai tujuh liang. Kami sekeluarga sangat tidak terima dengan perbuatannya! Jadi kami mohon agar pelaku dihukum seberat-beratnya. Kalau bisa sampai hukuman mati!” kata istri korban, Imelda Margaretha Purba, yang dihubungi melalui telepon seluler.

Imelda yang masih berada di kampung suaminya, di Merek Raya, Kabupaten Simalungun mengatakan, akibat perbuatan pelaku, kedua anaknya yang masih kecil telah kehilangan bapak. Sehingga perbuatan pelaku tidak hanya meninggalkan luka bagi istri dan orangtua, namun telah ‘merampas’ seorang bapak dari anak-anaknya yang masih sangat membutuhkan kasih sayang.

“Sangat kejam tindakannya! Jangan sampai dia dihukum ringan dan baru beberapa tahun dipenjara sudah bebas. Jadi kami minta dia dihukum seberat-beratnya!” harap Imelda yang sempat bekerja sebagai jurnalis selama sekitar tujuh tahun itu.

Diakui Imelda, sejauh ini ia masih bingung motif pelaku hingga tega menghabisi nyawa pria yang dicintainya. Sebab antara pelaku dan suaminya sebelumnya tidak saling kenal, sehingga diduga kuat tidak ada permasalahan.

“Katanya karena dia mendengar bisikan gaib untuk membunuh suami saya. Ah, belum bisa diterima logika saya. Tapi apapun itu, kami serahkan penanganan hukumnya kepada pihak kepolisian,” tukas Imelda. (pra)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button