Berita

Istri Pensiunan PNS Rasakan Manfaat JKN KIS

FaseBerita.ID – Rusdiah (58) istri pensiunan PNS Pemko Tanjungbalai. Sejak awal 2016, dia ditinggalkan suaminya untuk selama-lamanya, yang mengharuskannya bergantung pada uang pensiun dan bantuan dari anak-anaknya.

“Pada pertengahan 2016 lalu, saya didiagnosis menderita sakit jantung. Gejala tersebut awalnya saya rasakan ketika sedang mencuci baju di rumah. Ketika itu, saya hanya seorang diri tinggal di rumah karena anak sedang bekerja,” tuturnya, Selasa (12/3) kepada kru koran ini.

Seketika, ia merasakan sesak nafas dan sakit yang teramat sangat pada dadanya. Rusdiah lantas meminta tolong kepada tetangganya yang langsung membawanya ke puskesmas terdekat. Dengan keadaan yang lemah, Rusdiah akhirnya dirujuk ke RSUD Dr Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai dan menjalani perawatan lebih lanjut. Setelah menjalani perawatan, wanita ini mengaku mendapatkan pelayanan yang cukup baik.

“Alhamdulillah, dilayani dengan baik, dikasih obat dan dikasih informasi sama dokter dan perawatnya tentang penyakit saya ini. Saya diingatkan juga untuk banyak istirahat dan menjalankan pola hidup sehat,” ungkapnya.

Rusdiah yang telah menjadi peserta mulai dari PT Askes (Persero) hingga peserta JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan, mengapresisasi pelayanan kesehatan yang didapatkannya.

“Dua kali berobat di poli penyakit dalam, dan dua kali ke poli kulit dan kelamin. Pelayanannya bagus dan tidak ada biaya apapun yang saya keluarkan. Sampai sekarang, mau saya lanjutkan lagi pengobatannya. Ya kalau masalah antrian panjang saya sekarang sudah sadar. Saya gak apa-apa nunggu karena saya yang memang butuh,” terang warga Kelurahan Pahang, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai, ini. Selain bercerita tentang manfaat pelayanan kesehatan yang didapatnya, Rusdiah yang ditemui di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Tanjungbalai saat mengurus perubahan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), mengapresiasi pelayanan yang cepat dan ramah di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Tanjungbalai.

“Saya mau ganti puskesmas. Lalu saya dikasih pilihan-pilihannya. Akhirnya, saya pilih yang terdekat. Informasinya jelas dan prosesnya cepat,” ungkap peserta JKN-KIS yang terdaftar dengan hak perawatan pada kelas 2 (dua) ini.

Walau usia senja menyebabkannya mengalami berbagai macam penyakit, namun Rusdiah merasa tenang karena masih memiliki JKN-KIS. Ia juga bersyukur dan berharap keberlangsungan Program JKN-KIS. “Pokoknya sudah banyak yang saya rasakan lewat Program JKN-KIS ini. Dari suami yang sampai bolak-balik dirujuk ke Medan, anak-anak, sampai saya sendiri pun sudah merasakan manfaatnya. Untunglah ada Program JKN-KIS ini. Kalau tidak ada, waduh gawatlah. Semoga program ini bisa lanjut dan bisa dirasakan seluruh masyarakat juga,” jelasnya. (per/ahu)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button