Berita

Istri Pendeta Dibunuh… Motifnya karena Utang

MEDAN, FaseBerita.ID – Warga Jalan Abadi Kecamatan Medan Sunggal dihebohkan dengan pembunuhan, Minggu (28/7/2019). Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT), Erawati Siagian (50) ditemukan tewas di dapur rumahnya. Saat ditemukan, tangan Herawati terikat dan kepala bagian belakang mengeluarkan darah.

Kejadian pertama kali diketahui karena warga sekitar curiga korban tidak beraktifitas selama tiga hari. “Saat kejadian korban sendirian di rumahnya, suaminya seorang pendeta. Ia dikabarkan pergi ke luar kota sama anaknya untuk berobat,” ujar warga sekitar, Toni Nainggolan (41) kepada wartawan.

Warga sekitar kemudian berinsiatif untuk membuka pintu rumah korban. Namun karena terkunci, warga kemudian memanggil tukang kunci. Begitu rumah terbuka, alangkah terkejutnya warga melihat korban sudah dalam keadaan terkapar tak bernyawa. “Jam sepuluh (10.00 WIB) pagi ditemukan,” tutur Toni.

Warga langsung melaporkan temuannya kepada pihak kepolisian. Polisi yang menerima informasi langsung turun dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara di Jalan KH Wahid Hasyim untuk autopsi. Sedangkan rumah korban sudah dipolice line.

Pasca peristiwa nahas tersebut, warga memadati rumah korban yang telah dipasangi garis polisi. Kanit Reskrim Polsek Sunggal Iptu Syarif Ginting mengatakan, pihaknya telah mengantongi identitas pelaku. “Kami sudah mengantongi identitas pelaku. Dugaan sementara, korban diduga tewas usai mendapat pukulan benda tumpul di belakang kepalanya,” jelasnya.

Tak butuh waktu lama, usai melakukan olah TKP, polisi dikabarkan telah berhasil mengamankan pelaku. “Benar sudah diamankan dan masih dalam proses penyelidikan. Untuk motif karena hutang. Untuk perkembangan nanti dikabarkan lagi,” pungkasnya.

Kanit Reskrim Polsek Sunggal Iptu Syarif Ginting, mengatakan bahwa motif pelaku membunuh korban karena masalah hutang piutang. “Pelaku inisial DM (40). Jadi motif pelaku membunuh korban dikarenakan hutang piutang,” kata Syarif, Senin (29/7/2019) “Korban ini rentenir, dia ngasih-ngasih pinjam uang sama orang berbunga. Pelaku ada meminjam uang sekitar Rp 40 juta dan sisa tinggal Rp 23 juta,” sambungnya.

Syarif menuturkan, karena sisa hutang tak kunjung dibayar sama pelaku, korban lalu mengancam pelaku bahwa akan memberitahukan kepada mertuanya, bahwa dia (pelaku) memiliki hutang. “Nanti aku laporkan sama mertuamu kalau tak kau bayar hutangmu ini,” ucap Syarif saat menirukan perkataan korban yang disampaikan kepada pelaku saat kejadian.

Lantaran akan diberitahukan, pelaku ketakutan dan mereka akhirnya bertengkar mulut. Saat kejadian, mereka hanya berdua di dalam rumah posisi di dapur. “Korban ini rentenir, dia ngasih-ngasih pinjam uang sama orang berbunga. Pelaku ada meminjam uang sekitar Rp40 juta dan sisa tinggal Rp23 juta,” sebutnya. (bbs/trm/ala/smg)

iklan usi



Back to top button