Berita

Istri Korban Tewas Adu Jotos di Lapo Tuak Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Kenapa Dia Tega, Padahal Kami Tetangga...

FaseBerita.ID – Insiden pemukulan hingga menewaskan Syahdan Kesumayadi (38) meninggalkan duka mendalam bagi keluarga khusunya Desi (37), istri korban.

Bagaimana tidak, pelaku (Efendy) yang membunuh suaminya itu merupakan tetangga mereka sendiri.

Bahkan Desi hingga sekarang tidak percaya kalau ia harus kehilangan suami yang ia cintai itu. Apalagi, selama ini, korban dan pelaku tidak pernah ada masalah.

“Saya kaget mendengar suamiku meninggal. Taunya dari tukang becak bernama Sumardi. Sedihnya, suami meninggal di tangan tetanggaku sendiri,” kata Desi, istri korban saat ditemui di rumahnya di Jalan Setia Negara, Kelurahan Bukit Sofa, Kecamatan Siantar Sitalasari, Selasa (18/2).

Setelah mendengar suaminya meninggal, Desi dengan keluarga langsung bergegas menuju RSUD Djasamen Saragih.

“Dari keterangan dokter, suamiku meninggal akibat terkena pukulan sehingga mengakibatkan tak sadarkan diri. Terus ada bekas luka di bagian wajah suami saya karena terkena pukulan itu,” terangnya.

Begitu pun, pihak keluarga berharap kepada pihak kepolisian agar pelaku dihukum seberat-beratnya karena telah menghilangkan nyawa suaminya.

“Suami saya sudah meninggal dan tidak mungkin hidup kembali. Jadi saya meminta kepada kepolisian agar menghukum pelaku dengan seberat-beratnya,” ujarnya.

Keluarga Tersangka Ingin Berdamai

Sementara keluarga Muhamad Efendi Hasibuan, pelaku yang memukul korban hingga tewas berharap berdamai dengan keluarga korban.

Ditemui di rumahnya, Selasa (18/02), Ayah Pelaku, G Hasibuan mengatakan, akan memohon perdamaian kepada keluarga korban.

“Kita akan meminta perdamaian kepada keluarga korban. Apalagi kita juga bertetangga dan memiliki hubungan baik. Selama ini tidak ada masalah,” ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya memang belum pernah menyampaikan keinginan berdamai itu, lantaran keluarga korban masih berduka.

“Keluaga korban kan masih berduka, makanya kita belum menyampaikan keinginan untuk berdamai itu,” ujarnya.

Selama ini, kata G Hasibuan, hubungan keluarga korban dengan mereka sangat terjalin dengan baik.

“Selama ini baik-baik saja,” ujarnya.

Namun saat ditanya apakah korban selama ini ada memiliki riwayat penyakit, G Hasibuan menyebut korban memiliki penyakit paru-paru dan baru-baru ini baru saja berobat ke dokter.

Untuk itu, ia dan keluarga berharap besar masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan. Dimana anaknya (pelaku, red) tidak sengaja melakukan hal itu.

“Hanya sial badannya sajanya itu. Kita berharap kepada pihak kepolisian, semoga masalah ini bisa diselesaikan dengan baik,” pungkasnya. (Mag-03)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button