Berita

Istri Histeris Lihat Suami Tewas Tergantung

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Warga Santeong, Kelurahan Pancuran Gerobak, Sibolga Kota, digegerkan seorang warga yang ditemukan tewas tergantung di kamar mandi, Jumat (12/7/2019) sekira pukul 07.00 WIB. Menurut keterangan warga lingkungan III Santeong, pria tersebut bernama Sumiran alias Anto Jawa (50).

Sumiran ditemukan pertama kali tergantung oleh istrinya, Merry Nauli alias Gok Me (58). Saat itu, Gok Me hendak menyuci pakaian di kamar mandi, yang merupakan kegiatan rutinnya setiap pagi.

“Istrinya (Gok Me) yang melihat, waktu mau nyuci pakaian. Memang kondisi istrinya kurang sehat, kalau jalan harus pakai tongkat, tapi kalau nyuci masih bisa,” kata Hetty Nauli (56) adik kandung Gok Me ditemui di ruang jenazah rumah sakit FL Tobing.

Melihat suaminya tergantung, Gok Me pun histeris dan mengundang kerumunan warga sekitar. Warga yang menyaksikan aksi nekat pria yang berprofesi sebagai supir truk sampah Pasar Sibolga Nauli tersebut kemudian menghubungi pihak Kepolisian.

“Istrinya histerislah, dilihatnya suaminya sudah tergantung,” ungkapnya.

Menurut Hetty, almarhum tidak punya persoalan dengan siapapun di rumah maupun dengan tetangga. Namun, almarhum dikenal suka minum minuman keras setiap malam. “Mabuk saja kerjanya, pulang tengah malam. Sudah kuingatkan, miras gak usah lagi minum, tapi gak mau didengarkan,” ketusnya.

Malam itu, masih kata dia menceritakan, banyak warga yang melihat abang iparnya tersebut di sekitar Santeong. Dan menurut keterangan salah seorang tetangganya, sekira pukul 04.00 WIB, almarhum masih terlihat duduk di truk sampah yang biasa dia bawa bekerja.

“Ada tetangganya bilang, jam 04.00 WIB masih dilihatnya dia (Sumiran) duduk di mobilnya,” bebernya.

Warga juga sempat memeriksa truk almarhum. Mereka menemukan potongan tali yang diduga digunakan untuk gantung diri. “Kami periksa mobilnya, ada memang bekas tali yang dipotong, mungkin tali dari mobilnya itu dibuatnya untuk gantung diri,” pungkasnya.

Sementara dari kamar mandi, tidak ditemukan bangku atau alat lain yang dipakai almarhum untuk gantung diri. Sehingga, kuat dugaan, almarhum terlebih dahulu naik ke bak mandi lalu gantung diri.

“Karena, pas di samping bak mandi itunya dia tergantung. Mungkin, naik dia ke bak, baru dia lompat. Karena, kakinya tergantungnya, gak menyentuh lantai,” tandasnya.

Senada juga dikatakan Jufri (27), tetangga almarhum. Menurut pengakuannya, sekira pukul 02.00 WIB, dia melihat almarhum dibonceng anaknya Roy Hartono (19).

Menurut informasi yang dia peroleh, subuh itu, almarhum menghubungi anaknya, meminta agar dijemput dari sebuah kedai minuman, lantaran sudah dalam kondisi mabuk berat.

“Ditelponnya anaknya, disuruh menjemputnya di lapo. Katanya dia sudah mabuk berat, gak bisa lagi jalan. Datang anaknya menjemput dan dibawa pulang ke rumah,” kata Jufri.

Namun, sejam kemudian, tepatnya sekira pukul 03.00 WIB dinihari, almarhum terlihat mondar-mandir di sekitar Santeong. Dari informasi yang dia peroleh, malam itu, almarhum kehilangan dompet.

Namun belum diketahui, apakah aksi nekat ayah beranak satu ini ada kaitannya dengan dompet yang hilang tersebut.

“Jam 03.00 WIB masih kulihat dia mondar-mandir. Ada yang bilang, hilang dompetnya. Padahal sudah dibawa anaknya dia pulang. Tapi, mungkin pas anaknya tidur, keluar lagi dia,” ungkapnya.

Amatan di ruang jenazah rumah sakit, istri almarhum tidak kelihatan karena kondisinya yang sudah susah untuk berjalan. Hanya keluarga dekat dan warga Santeong yang hadir untuk membantu proses pemberangkatan jenazah menuju rumah duka.

Terpisah, Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hariandja melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin membenarkan adanya temuan warga yang tewas tergantung tersebut.

“Masih kita lakukan pemeriksaan saksi dan pelapor. Kemudian kita kumpulkan barang bukti untuk penyelidikan penyebab kematian,” kata Sormin. (ts)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close