Berita

Isak Tangis Ibu Marudut Sinaga Dirumah Duka

FaseBerita.ID – Air mata S boru Sitanggang (50) ibu Marudut Tua Sinaga (22) tak henti menangis tersedu saat di rumah duka, Kelurahan Panei Tongah, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun, Senin (8/7/2019), sekira Pukul 11.00 WIB.

korban merupakan anak ketiga dari 6 bersaudara ini ternyata baru pulang dari Jakarta karena keadaan sakit sekaligus untuk merayakan hari ulang tahun ibu dan adeknya bernama Ika.

Namun keesokan harinya, pada tengah malam, seorang teman korban bernama Simon Siburian (23) warga sekitar datang menjemputnya dan mengajak korban ke arah Kota Siantar.

Simon Siburian ini juga menurut keterangan warga adalah seorang buronan kasus Curanmor di Kecamatan Panei. Saat menjemput korban ke rumahnya. Simon menutupi wajahnya dengan baju kaos yang ia gunakan sambil berada di atas kereta menunggu korban keluar rumah.

Dengan meneteskan air mata, ibu korban meratapi anaknya sambil berkata bahwa anaknya yang terbujur kaku di depannya itu sebelumnya masih keadaan sakit, namun temannya Simon Siburian selalu menghubunginya melalui telepon agar korban mau keluar dengannya.

“Marsahit dope ibana, alai torus itelepon, i sms donganna on ase kaluar, ise doi nikku dang olo paboahon (masih dalam sakit dia, tapi terus ditelepon temannya supaya keluar, siapa itu, dia tidak mau bilang,” tangisnya.

Masih ibu korban menangis tersedu hingga membuat orang yang datang melayat sedih menangis dan merasa menyesal mengizinkan anaknya keluar rumah bersama temannya.

Awalnya, ibu korban sudah tidak mengijinkan korban keluar rumah karena keadaan sakit, tapi korban menyakinkan orangtuanya bahwa dia tidak akan berbuat yang salah.

“Pos ma roham omak, molo nadenggan do hita ulahon, na denggan do ro tu iba, ido hatana makanya pos rohakku hulean kaluar (tenanglah hatimu mak, kalau yang baik kita kerjakan, pasti yang baik datang samaku, gara-gara itulah aku ijinkan dia keluar),” tangisnya menjadi-jadi.

Tak hentinya menangis, ibu korban teringat kepada abang korban yang terlebih dahulu menghadap kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Dua ma doli-doli lao sian jabukkon, dang adong be anakku, nunga lao sada-sada (dua anakku lajang meninggalkan kami dirumah ini, tak ada lagi anakku, pergi satu per satu),” ratapnya.

Menurut keluarga korban bahwa abang korban juga telah meninggal dunia tahun lalu akibat kecelakaan.

Informasi dihimpun, korban Marudut Tua Sinaga baru pulang dari Jakarta karena merasa sakit sesak didada dan tiba di rumahnya, Panei Tongah Jumat (5/7/2019) kemarin.

Atas kejadian itu keluarga korban merasa kesal atas ajakan Simon Siburian yang tidak bertanggungjawab karena telah menjerumuskan korban ke jurang kematian. (Mag05)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close