Berita

IRT Ditipu Pria Mengaku Pegawai Rumah Sakit, Iming-iming Bantuan Kematian Suami

FaseBerita.ID – Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) di Rumah Sakit Metta Medika diduga tertipu oleh seorang pria yang mengaku sebagai pegawai Rumah Sakit Umum (RSU) FL Tobing, Kamis (20/6/2019). Meski hanya kehilangan uang Rp250.000, namun IRT yang bernama Rotua Simorangkir (55) warga Sosorgadong, Tapteng, tersebut mengaku kesal.

Kepada wartawan, Rotua menceritakan kronologis kejadian. Bermula saat dirinya sedang menjenguk adiknya yang sedang dirawat di RS Metta Medika. Tiba-tiba seorang pria berbaju putih, dengan mengenakan celana berwarna hitam dan postur tubuh kurus tinggi datang menghampirinya. Pria tersebut mengaku sebagai pegawai RS FL Tobing Sibolga dan berlagak seolah mengenal dirinya.

“Mau melihat adikkunya sakit di Metta Medika. Datang seorang laki-laki berpakaian putih hitam, orangnya kurus dan tinggi. Katanya dia pegawai RS FL Tobing,,” kata Rotua menirukan perkataan pria tersebut padanya saat itu.

Anehnya, pria tersebut mengetahui kalau suami Rotua, Linda Saruksuk (57) telah meninggal dunia di ruang ICU RS FL Tobing, Jumat (26/4) lalu. “Suami itonya yang meninggal yang di rumah sakit (FL Tobing) itukan, katanya. Tahu dia kalau suamiku baru meninggal di ICU bulan April lalu,” ungkapnya.

Kemudian, pria tersebut mencoba menggiring Rotua untuk keluar dari gedung rumah sakit tersebut. Karena merasa percaya, Rotua saat itu menurut saja. Keduanya lantas duduk sambil bercerita di depan gedung rumah sakit. Saat itu, pria yang mengaku bermarga Situmeang tersebut menawarkan bantuan kematian dari rumah sakit FL Tobing terhadap suaminya yang baru saja meninggal sebesar Rp4.000.000.

“Ada bantuan Rp4 juta dari rumah sakit ke ito. Gak usah takut ito, pegawai rumah sakit (FL Tobing)-nya aku,” beber Rotua menirukan ucapan pria itu.

Untuk mendapatkan bantuan tersebut, Rotua dimintai uang sebesar Rp250.000, sebagai jasa membantu proses pencairan dana yang dijanjikan. Karena yakin, diapun memberikan uang yang diminta. Keyakinannya tersebut, karena yang bersangkutan mengetahui data atau daftar pasien RSU FL Tobing.

“Katanya, tenanglah ito, dapatnya kalian nanti Rp4 juta, tapi sinilah dulu uangmu, biar ada uang capek kami mengurusnya. Kutanya, sudah bisa Rp100 ribu. Katanya, sinilah Rp200 ribu. Waktu dia mau pergi, dimintanya lagi sama aku Rp50 ribu lagi. Katanya, untuk uang minyak kretanya,” tukasnya.

Tak hanya uang, saat itu dia juga sempat memberikan foto copy KTPnya dan suaminya. “Untung gak kukasih semua surat-suratku. Hanya foto copy KTP kaminya yang kukasih,” ketusnya.

Setelah pria yang diduga penipu tersebut pergi, Rotua baru sadar dan melihat dompetnya sudah kosong. Saat itu, dia sempat ketemu dengan seorang pegawai RS FL Tobing dan menceritakan kejadian tersebut.

Pegawai tersebut malah mengatakan, bahwa bantuan yang dijanjikan pria tersebut tidak pernah ada dalam program rumah sakit milik pemerintah Kota Sibolga tersebut. Tak hanya itu, pegawai tersebut juga menyebut, tidak ada pegawai mereka bermarga Situmeang.

“Baru aku sadar, kuperiksa dompetku, gak ada lagi uangku, sudah habis. Padahal, asuransi suamiku pun belum cair. Jumpanya aku tadi sama pegawai rumah sakit FL Tobing, katanya gak ada itu. Gak ada pegawai kami marga Situmeang,” pungkasnya.

Terpisah, Elvino Kusuma Hakim Harahap, Humas Rumah Sakit FL Tobing Sibolga membantah adanya santunan kematian dari rumah sakit plat merah tersebut. Meski demikian, dia berjanji akan mencari tahu, apakah pelaku benar pegawai rumah sakit FL Tobing, atau orang yang hanya mengaku sebagai pegawai rumah sakit FL Tobing saja.

“Tidak ada bantuan dari rumah sakit. Tapi, kalau dari Pemko ada, itupun cuma Rp1 juta. Tapi kalau pegawai marga Situmeang, banyak. Tapi, nanti kita cari tahu juga siapa orangnya. (ts)

Unefa

Pascasarjana

Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close