Berita

Irigasi Senilai Rp203 M Dibangun di Asahan

ASAHAN, FaseBerita.ID – Pembangunan irigasi sepanjang 32 kilometer dari Desa Buntu Pane hingga menuju Dam Serbangan di Desa Pondok Bungur Kecamatan Rawang Panca Arga diharapkan mampu membantu persoalan debit air yang mengaliri persawahan masyarakat di dua kecamatan itu.

Hal ini menyusul tengah dikerjakannya proyek dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang RI untuk Pembangunan Irigasi Sei Silau sejak Oktober 2018 lalu, yang diprediksi memakan waktu pengerjaan selama dua tahun.

“Proses pengerjaannya telah dimulai sejak Oktober 2018 yang lalu. Setelah selesai nanti, irigasi Sei Silau ini diharapkan jadi solusi untuk mengatasi banjir kiriman yang selalu terjadi di Sungai Silau,” kata H Rahmad Hidayat Siregar, selaku Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Asahan kepada wartawan, Senin (25/3).

Hidayat menerangkan, pengerjaan proyek besar tersebut dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama, pembangunan bendung di Desa Buntu Pane, dan pembangunan suplesi sepanjang 8 km dari bendungan menuju ke Desa Urung Pane Kecamatan Setia Janji.

Sementara tahap kedua, pembangunan saluran suplesi sepanjang 24 km, dari Desa Urung Pane sampai ke Dam Serbangan di Desa Pondok Bungur Kecamatan Rawang Panca Arga.

“Sebanyak Rp203.557.904.000 dana dari APBN digelontorkan untuk membiayai proyek tersebut,” ujarnya.

Tujuan pembangunan bendung daerah irigasi itu, lanjut Hidayat, guna menjamin ketersediaan air persawahan seluas 8.533 hektar (ha) di Kecamatan Meranti dan Rawang Panca Arga. Kedua kecamatan itu merupakan daerah sentra penghasil padi di Asahan.

Dengan ketersediaan air yang cukup, nantinya diharapkan dapat mengatasi kekurangan debit air yang selama ini menjadi persoalan untuk meningkatkan produktivitas padi. Saat ini, indeks pertanaman (IP) hanya 2 kali dalam setahun.

“Dengan Pembangunan Bendung Daerah Irigasi Sei Silau ini, IP padi diharapkan naik menjadi 3 kali setahun, karena ketersediaan air yang cukup. Tentunya, itu akan meningkatkan produksi dan produktivitas pangan kita,” tandasnya.

Pembangunan bendung Daerah Irigasi (DI) Sei Silau ini dibiayai oleh pemerintah pusat melalui APBN murni dari Kementerian PUPR. Proyek sudah mulai dikerjakan oleh kontraktor Wika Modern, KSO.

Selain itu, proyek pembangunan bendung dan saluran suplesi ini dimaksudkan untuk mengatasi permasalahan kekurangan debit air di areal persawahan tersebut dan dapat mensuplay air persawahan seluas 8.533 Ha di Kecamatan Rawang Panca Arga dan sebagian di Kecamatan Meranti. (Per)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button