HUT RI
Berita

Irigasi Jebol, Petani 2 Kecamatan di Simalungun Terancam Gagal Panen

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID– Saluran irigasi untuk pertanian di Nagori Tomuan Panei, Kecamatan Panei Tonga, Kabupaten Simalungun jebol dan rusak parah yang berdampak akan berkurangnya debit air untuk pengairan persawahan warga.

Amatan waratawan, Minggu (12/1) saluran irigasi ini sangat dibutuhkan masyarakat untuk pengairan persawahan. Adapun dampak paling besar dirasakan masyarakat di Kecamatan Panambean Panei, Kabupaten Simalungun dan Kecamatan Marimbun serta Kecamatan Marihat, Kota Pematangsiantar.

Khususnya Kecamatan Marimbun dan Marihat, di beberapa kelurahandi daerah ini terancam gagal panen akibat pasokan air dimasa-masa sekarang sangat kurang.

Camat Siantar Marimbun Jan Purba Dasuha membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan, pihak Kecamatan Siantar Marimbun, Marihat, Pemerintah setempat serta tim Babinsa sudah turun ke lokasi bersama rombongan tim petani meninjau lokasi dan sudah melakukan pengerjaan.

“Longsornya sudah kurang lebih satu Minggu. Begitu ada info lonsor, kita langsung komunikasi dengan BPT pertanian Siantar Marimbun dan Marihat. Juga dengan kelompok tani untuk mengajak mereka bergotong royong. Karena lokasinya berada di Simalungun, kita berupaya bagaimana caranya agar sawah-sawah yang di dua kecamatan ini bisa di aliri air,” ujarnya.

Jan Purba menambahkan, pihak kecamatan masih melakukan konsultasi sama Dinas Pertanian dan juga BPT pertanian serta Danramil. Bahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPBD Simalungun dan menyambut kegiatan tersebut dengan positif.

“Kami sudah dua hari melakukan gotong royong di lokasi dan masih akan melakukan gotong royong sampai selesai. Kita juga sudah berkoordinasi dengan BPBD Simalungun. Mudah-mudahan lah mereka ikut berpartisipasi. Tembusan surat itu juga sudah saya sampaikan kepada walikota selaku pimpinan saya,” ujarnya, sembari mengatakan kalau mereka sedang berusaha kalau bisa paling lambat selesai hari Selasa atau Rabu.

Pemerintah setempat maupun warga sekitar ikut berpartisipasi bergotong royong dalam melakukan pekerjaan.

“Warga pemilik tanah bermarga Nainggolan sekitaran longsor itu tidak keberatan kalau tanahnya diambil untuk dimasukkan ke goni. Karena lokasi yang jauh dari jalan umum dan daerah pesawahan, jadi cuman inilah langkah awal yang bisa kami lakukan untuk sementara waktu,” terangnya sembari mengatakan kalau lokasi longsor dari perkampungan sekitar 2 km lebih.

“Kita berharap, pemerintah juga peduli dan mau memperhatikan kondisi ini. Sebab, gimana pun juga, ini kan demi masyarakat juga,” katanya.

Terpisah, beberapa warga Simarimbun yang ditemui wartawan berharap kepada pemerintah agar segera memperbaiki irigasi yang longsor.

“Kita berharap pemerintah memperhatikan irigasi ini. Masyarakat Marimbun siap membantu,” ujarnya.

Hal senada disampaikan warga Tomuan Panei bermarga Siringoringo. Mereka juga siap membantu pengerjaan irigasi tersebut.

“Sudah hampir seminggu itu dan abang lihat sendirilah kondisinya gimana. Dari lokasinya saja jauh kali dari perkampungan. Kalau pun pemerintah meminta kita untuk membantu bergotong royong kita siap kok. Kita selaku warga Tomuan Panei sudah melaporkannya ke pemerintah setempat,” ujarnya sembari mengatakan agar pemerintah memberikan perhatian. (Mag 04/fe)

 

 

 

 



Unefa

Pascasarjana
Back to top button