Berita

Ini Pengakuan Pengutip Potongan BLT di Padang Lawas: Posting Selfi Ember Berisi Uang di FB

FaseBerita.ID – Terkait pemotongan bantuan langsung tunai (BLT) bersumber dari dana desa di Desa Tobing Jae Kecamatan Huristak dibenarkan oknum si pengutip. Lalu oknum berinisial RSH yang juga sebagai Kaur desa itu, berswafoto dan membagikannya di media sosial.

Saat dikonfirmasi lewat seluler, Kamis (4/6) RSH awalnya membantah. Uang yang terkumpul di ember hitam dan dibagikan ke media sosial itu merupakan miliknya. Kemudian diakui, uang itu hasil pemotongan Rp 200.000 dari Rp 600.000 yang dikutip dari masing-masing penerima BLT.

“Kenapa rupanya bang? Iya (potongan Rp200 ribu), tapi itu kesepakatan bersamanya itu, untuk dibagikan sama yang tidak mendapat,” ujar RSH.

Namun, postingan akun miliknya itu, Rabu (3/6) sekitar pukul 20.30 WIB telah dihapus. Ada sekitar 70-an komentar yang sempat menyebar di foto RSH dengan uang dalam ember tersebut.

Menindaklanjuti aksi pemotongan dana BLT desa Tobing Jae ini, Dinas PMD akan bertindak berdasarkan administrasi. Sedang sanksi hukum, diserahkan ke inspektorat selaku Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) yang mengaudit.

“Kalau dari Pemdes kita bertindak berdasarkan administrasi yang diverifikasi di Kecamatan. Untuk itu Pemdes akan menunda penyaluran tahap selanjutnya sampai ada penyelesaian dari pihak Desa dan Kecamatan. Kalau hukum kita ada inspektorat selaku APIP untuk mengauditnya, apa hasil LHP akan kita laksanakan,” kata Kadis PMD Pemkab Palas Budiman Nasution.

Sebelumnya, warga di Desa Tobing, Kecamatan Huristak, Padang Lawas mengeluh. Bantuan Langsung Tunai (BLT) dampak covid-19 yang harusnya mereka terima Rp 600.000, diduga dipotong sebesar Rp 200.000.

Alasannya, untuk dibagi kepada warga yang tidak mendapat. Uang dikutip, dan dikumpul oleh oknum desa setempat di dalam ember.

Informasi didapat, Rabu (3/6) siang, oknum kades bersama beberapa perangkat desa setempat melakukan pembagian BLT dampak covid-19 yang berasal dari anggaran dana desa. Sesuai dengan aturan pemerintah, setiap orang yang dinyatakan berhak akan mendapat Rp 600.000. Pembagian BLT itu dilakukan di rumah oknum kepala desa.

Sumber media ini menceritakan, sebagai warga yang berhak mendapatkan bantuan itu, ia pun pergi ke rumah oknum kepala desa tersebut. Dan melihat pembagian juga mendapat pengawalan dari Polisi dan TNI.
Namun setelah menerima uang sebesar Rp 600.000, warga yang sudah menandatangani sebagai bukti sudah menerima bantuan diarahkan untuk keluar dari pintu belakang. Sampai di belakang rumah, sudah ada oknum perangkat desa yang menunggu dan mengutip uang sebesar Rp 200.000.

“Kutanya kenapa ada potongan, katanya untuk warga lainnya yang tidak mendapat, itu lah alasannya. Tapi kenapa harus lewat belakang, katanya biar nggak nampak (petugas TNI/Polri yang mengkawal),” ujar sumber kepada wartawan lewat pesan singkat, Kamis (4/6).

Sumber juga mengatakan, uang yang dipotong tersebut, dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam sebuah ember hitam.

“Ada orang yang juga perangkat desa menunggu di belakang rumah, dia yang mengutip. Dan uangnya dikumpulkan di dalam ember,” katanya.

Sumber menjelaskan, dari 204 KK di desa itu, sedikitnya 83 KK tercatat mendapat bantuan sosial dari pemerintah yang anggarannya berasal dari dana desa.

“Ada 83 KK yang terdaftar, dan informasinya semuanya diduga dilakukan pemotongan,” kata sumber.

Kepala Desa Tobing Jae, Kecamatan Huristak, Padang Lawas Harjona Harahap menjelaskan, dia tidak membantah ada pemotongan tersebut. Bahkan, kata Harjona, pemotongan BLT tersebut sudah kesepakatan bersama seluruh penerima BLT di desanya. Dan akan dibagi kepada warga yang tidak mendapat.

“Itukan sudah kesepakatan kami. Ada 120 (KK) yang tidak dapat. Yang terdaftar 83,” ujar Harjona.

Sementara Camat Huristak M Lelan Daulay mengaku tidak mengetahui tentang adanya dugaan pemotongan BLT di desa tersebut. Jika benar, maka perbuatan tersebut dapat melanggar hukum. “Peraturannya Rp 600.000, ya Rp 600.000, itu yang dibagi. Dan ini menyangkut hukum kalau ini benar,” ucap Lelan. (tan)

Unefa

Pascasarjana


Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker