Berita

Ini Harga Tiket dan Jadwal  Kreta Api Siantar-Medan Jelang Nataru

SIANTAR,FaseBerita.ID -Menjelang Natal dan Tahun Baru 2020, jadwal keberangkatan Kreta Api (KA) Siantar-Medan mengalami perubahan.

Bila sebelumnya jadwal keberangkatan Kreta Api hanya sekali, kini ditambah menjadi dua kali, yakni pagi dan malam.

Pertama, jadwal kreta api pukul 07.30 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Dengan tarif Rp22 ribu. Kedua, pukul 18.30 WIB dan tiba di Medan sekira pukul 22.00 WIB, dengan tarif sebesar Rp80 ribu untuk kelas bisnis.

Hal itu dibenarkan Securiti Stasiun Kereta Api Siantar, Jamal saat ditemui di tempat kerjanya Jalan WR Supratman Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, Jumat (20/12).

Jamal mengakui jika penumpang KA Siantar-Medan, tidak begitu turun.

“Kalau jumlah penumpang kadang tidak menentu. Kadang banyak, kadang sedikit,” kata Jamal.

“Untuk data selanjutnya cobalah datang nanti sore. Biar sama kepala stafnya saja ngomong,” tambah Jamal.

Terpisah, Drs Ubahman Sinaga MSi selaku Dosen Fakultas Hukum Universitas Simalungun dan pengamat sosial kota Pematang Siantar, angkat bicara.

Menurutnya, angkutan darat yang dikelola oleh pemerintah itu dinilai tak ada kemajuan dari tahun ke tahun. Padahal angkutan umum tersebut, dinilai sangat membantu masyarakat dan ditambah dengan ongkos yang cukup terjangkau.

Menurutnya, Angkutan Umum Kreta Api tersebut harus dibenahi dan diperhatikan Walikota Pematang Siantar.

“Itu seharusnya. Semuanya angkutan kota itu harus diarahkan Pemko melewati terminal KA yang telah disiapkan oleh Pemerintah. Untuk mengantarkan penumpangnya disana. Itu kan milik negara, itu lah yang seharusnya dibenahi dan perbaikan oleh Pemko Siantar. Sehingga seluruh masyarakat, yang melakukan mudi Siantar-Medan tidak lagi repot-repot”,.

 

Menurut nya banyak hal yang menimbulkan KA Siantar tidak berkembang. Salah satu karena tidak Adanya kepedulian dari Pemko Siantar. Kedua pemko Siantar. Dinilai tidak mengarahkan Angkuta Kota (Angkot) untuk melewati Stasiun Kereta Api.

Sehingga masyarakat banyak kewalahan untuk mencari kendaraan untuk kembali kerumahnya. Ketiga stasiun Kereta Api, tidak diperhatikan dan bahkan dianggap rawan. Ditambah lagi stasiun nya, yang begitu sepi. Sehingga penumpang ragu menitipkan kendaraan di kawasan itu.

Drs Ubahman Sinaga berpendapat ada baiknya jika Pemko lebih memilih atau mengutamakan kemajuan KA Siantar dibandingkan angkutan umum milik swasta, seperti Intra, Paradep dan jenis angkutan lainnya.

Ada baiknya jika Pemko lebih meninjau kembali, bagian tata ruang Kota ini. Seharusnya loket-loket penumpang yang ada di inti kota seharusnya itu dibubarkan. ” Kan ada terminal Tanjung Pinggir, itu aja dimajukan”, Harapnya.

 

Terpisah Br Sinaga (35) salah seorang warga yang berhasil di wawancarai wartawan, mengeluhkan dirinya sangat kesulitan untuk mendapatkan angkutan umum menuju Stasiun Kereta Api, dikarenakan tidak angkot yang melewati kawasan itu.

“Kebanyakan lah bang, kami turun di Jalan Merdeka, seterusnya kami jalan kaki menuju stasiun. Karena itu lah terkadang malas. Padahal tarifnya lumayan murah dibanding tarif angkutan umum seperti Paradep dan Intra,” Jelas Br Sinaga.

Ia juga berharap agar pemko lebih memperhatikan keamanan dan kenyamanan calon penumpang dan para penumpang KA Siantar tersebut. (Mag-03/fe)

 

 

 



Pascasarjana

Unefa
Back to top button