Berita

Ini 8 Program Tumbur Napitupulu: Wujudkan Simalungun Mandiri dan Sejahtera

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Tumbur Napitupulu makin mantap maju menjadi calon Bupati Simalungun. Bahkan, dia sudah menetapkan delapan programnya untuk memajukan dan mensejahterakan masyarakat Simalungun.

Selain membantu warga kurang mampu, juga akan mengutamakan pendidikan dan mengupayakan siswa berprestasi dapat bantuan.

Keinginan itu ia paparkan dalam acara rapat Konsolidasi PDIP Simalungun dalam rangka Pra Musyawarah Ranting (Musting) dan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDIP Simalungun di Hotel Sapadia, Kota Siantar, Sabtu (23/11) lalu.

“Keinginan saya mau maju mencalon sebagai Bupati Simalungun supaya terwujudnya Kabupaten Simalungun yang mandiri dan sejahtera. Untuk mencapai itu saya punya 8 program. Pertama pendidikan gratis bagi siswa SD sampai SMA yang kurang mampu,” ujarnya.

Berdasarkan kunjungannya ke beberapa sekolah, masih banyak ditemukan siswa yang kurang mampu belum mendapat Kartu Indonesia Pintar (KIP) dari Pemerintah Pusat.

“Dari beberapa bulan ini, saat kita masuk ke sekolah-sekolah masih banyak siswa-siswa yang kurang mampu belum mendapatkan KIP dari Pemerintah Pusat. Kalau kita tanya, alasannya tidak memiliki kartu BLSM. Kalau tidak ada itu, mereka tidak bisa dapat. Mereka akan kita perjuangkan,” sebutnya.

Tak cuma itu, Tumbur juga fokus terhadap beasiswa siswa berprestasi yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi bagi yang memiliki kendala ekonomi.

“Sesuai data BPS Simalungun, 16.500 siswa kelas 3 SLTA yang menyelesaikan pendidikannya setiap tahun. Kalau kita lihat dari data siswa yang melanjutkan ke perguruan tinggi itu tidak sampai 10 persen, bukan karena anaknya tidak mampu tapi karena kendala ekonomi,” terangnya.

Mengenai masalah angkatan kerja di Simalungun sesuai data BPS ada 51 persen lulusan SD dan SMP yang banyak bekerja di sektor jasa. Antara lain restoran dan kafe di pinggir jalan karena skillnya tidak bisa bekerja secara profesional.

“Untuk itu, kita ingin mendirikan Badan Pelatihan dan Keterampilan dan Kewirausahaan yang mau bekerja. Akan kita didik. Kita kasih keterampilan yang mau berusaha. Kita didik cara berusaha dengan baik,” ujarnya.

“Kalau data yang disajikan BPS ada 8.669 (kepala rumah tangga) yang bekerja menjaga anak di rumah menunggu istri pulang kerja. Kalau ini kita kasih modal untuk berusaha dan kita didik,” ucapnya.

Melihat luasnya Kabupaten Simalungun, kata Tumbur, pihaknya akan membuat Sistem Pelayanan Satu Atap terintegrasi antar Kecamatan dengan Kabupaten.

“Masalahnya begini. Begitu warga ada yang mengurus sesuatu di kecamatan, dia harus datang ke Raya. Kalau dari Ujung Padang ke sini, sudah berapa ratus KM dia harus menyiapkan biaya untuk menginap di hotel? Nah, ini nanti yang akan kita perbaharui. Kita bangun sistem pelayanan yang terintegrasi. Begitu diinput di kecamatan, di kabupaten sudah keluar hasilnya. Kabupaten tinggal kirim ke kecamatan. Jadi tidak perlu capek-capek dan buang biaya untuk mengurus hal seperti itu,” jelasnya.

Hal itu disampaikan Tumbur karena dalam kunjungannya beberapa minggu lalu, di daerah Simalungun masih banyak belum punya KTP karena malas mengurus akibat jarak tempuh yang harus dilalui cukup jauh.

Selain administrasi, Tumbur juga akan mengembangkan tanaman obat-obatan di Kabupaten Simalungun.

“Tanaman yang kurang di Simalungun itu adalah tanaman obat-obatan. Saya kira itu perlu dikembangkan demi kesehatan masyarakat,” pungkasnya. (Mag-05/des)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close